Category Archives: TV Series

[Review Anime] 3D Kanojo Girl Season 2 (2019): Tidak Lagi Befokus Pada Igarashi Iroha-Tsutsui Hikari

Mendengar 3D Kanojo Girl berlanjut ke season 2 termasuk mengejutkan buat saya. Saya tidak punya  ekspektasi untuk melihat lanjutan kisah Iroha dan Hikari dimana bagi saya cerita season pertama sudah ok. Meskipun memang masih ada pertanyaan yang belum terjawab, melihat trend anime romance seperti ini memang tidak sering berlanjut, jadi saya benar-benar tidak begitu berekspektasi mendapat lanjutan. Jadi, apa yang saya dapat di season 2 ini?

LjbWYZ5.jpg

Read the rest of this entry

Advertisements

[Review US-Series] Titans (2018): Lebih Kelam dan Brutal, Tapi Tetap Standar Arrowverse

DC kembali menambah koleksi shownya, bahkan menambah universe baru. Setelah universe series animasi TimmVerse (yang tentunya sudah tamat), lalu universe movie animasi (DCAMU), World of DC atau DCEU, ArrowVerse, kini tambah 1 lagi. Entah apanamanya, tapi ini dari layanan streaming bernama DC Universe, khusus kepunyaan DC dan WB. Dan proyek perdananya adalah Titans, sebuah tim dari para remaja nerkekuatan super, kecuali Robin, karena dia, hmmm, He is Batman…..sidekick.

Titans-DC-Universe-Banner.jpg

Read the rest of this entry

[Review Anime] Over Drive (2007): Ketika Tokoh Utama Menjadi Satu—Satunya Aspek yang Tidak Menyenangkan

Yowamushi Pedal adalah satu-satunya anime sport sepeda yang saya tonton sejauh ini. Lalu, secara kebetulan saya menemukan anime satu ini yang berjudul Over Drive. Sebagai penyuka genre sport, jelas saya ingin mencoba ini. Saya tak punya informasi apapun soal anime ini, jadi saya pun tak punya ekspektasi apa-apa selain bayangan dari Yowamushi Pedal (selanjutnya disebut YP) yang menghantui.

Over Drive Subtitle Indonesia batch.jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Series] The Punisher Season 2 (2019): 2 Plot Villain yang Tak Menyatu, Tapi Diperlukan

Netflix sedang bersih-bersih acara Marvel. Iron Fist dan Luke Cage telah di cancel, dan yang paling disayangkan tentu ikut dicancelnya Daredevil yang padahal belum puas melihat pertarungannya dengan Bullseye. Kini tersisa The Punisher dan Jessica Jones. Tentu ini akan jadi musim terakhir The Punisher yang tayang lebih dulu,. Maka tentu harapannya tidak ada lagi misteri tersisa mengingat kelanjutan series Marvel-Netflix ini tidak ada kejelasan juga. The Punisher punya season pertama yang menarik, mebuatnya menjadi salah satu series andalan Marvel-Netflix bersama Daredevil dan Jessica Jones. Tentunya harapannya series ini mempertahankan kualitasnya secara konsisten, mengikuti jejak Daredevil.

maxresdefault (5)

Read the rest of this entry

[Review US-Series] The Flash Season 4 (2017-2018): Lebih Fun

Season 3 ternyata berakhir menyebalkan untuk The Flash. Setelah paruh awal dengan pendekatan dark ke karakter Barry Allen sebenarnya cukup ok, satu-satunya yang menyebalkan yak arena Barry Allen meng Olver Queen kan diri, namun di paruh ke dua kucing-kucingan Savitar-Iris jadi menyebalkan terlalu repetitive. Entah karena merasa pendekatan kelam ke The Flash tidak berjalan baik atau bagaimana, di season ke 4 The Flash justru jadi jauh lebih cerah dan fun. Bahkan lebih fun dari pada season 1.

1508182906_429_the-flash-season-4.png

Read the rest of this entry

[Review Animated Series] Castlevania Season 2 (2018): Cerita Sekuel yang Tidak Sesuai Ekspektasi, Tapi Tetap Memuaskan

Serial animasi Castlevania memberi saya optimism dalam 2 hal. Pertama, bahwa adaptasi game bisa keren. Kedua adalah animasi US ternyata bisa serius dan dewasa yang cukup bijak pula tidak mempermasalahkan menggunakan anime syle. Kebetulan bagi saya di animasi, tidak masalah soal stylenya, karena ciri khas produk budaya tontonan dari suatu Negara tidak sebatas itu, masih ada gaya bercerita, filosofi atau makna tersirat dibalik naskah atau dialog, detail visual penggambaran kultur, nilai norma yang terkandung minimal norma kesopanan, hinga minimal secara bahasa. Dan Castlevania meski secara artwork bergaya Jepang, secara latar tempat adalah eropa, tapi di detail yang lain, rasa Amerika tetaplah terasa. Kembali soal optimism yang hadir berkat Castlevania, tentu saya jadi antusias menanti sekuelnya.

castlevania.jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Supergirl Season 3 (2017-2018): Kenapa Plot Supergirl Sulit Intens?

Supergirl telah mencapai season 3, dan di Arrowverse season 3 adalah kutukan. Arrow menurun setelah 2 season yang hebat. The Flash juga mengalami hal yang sama, bahkan anjlok signifikan dibanding 2 season awal, lalu bagaimana Supergirl? Saya sebenarnya cukup optimis dengan Supergirl. Karena, 2 season awal Supergirl masih terbilang medioker tak sehebat Arrow dan The Flash. Jadi, rasanya Supergirl tidak punya beban akan perbandingan dengan season sebelumnya, ditambah memang masih banyak ruang untuk berkembang.

maxresdefault (2).jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Arrow Season 6 (2017-2018): Get My Trust Back

Buat saya, season terbaik Arrow adalah antara season 1 dan 2, personally saya lebih suka yang pertama. Dan semenjak saat itu hingga kini, belum ada yang menyamai level 2 season ini. Season ketiga bagi saya masih menghibur, walau ya menurun memang,  tapi season 4 benar-benar jadi titik terendah Arrow dan membuat citra Arrowverse jadi dianggap remeh. Damien Dhark yang membosankan, Felicity yang annoying, cast semakin banyak, dan pola cerita yang sama membuat season ini sangat membosankan, puncaknya adalah kematian Laurel yang banyak membuat marah penonton, dimana selama ini karakternya belum dihormati sepanjang serial ini berlangsung. Season 5 jelas sekali ada upaya perbaikan. Hasilnya memang membaik, sayangnya selain villain yang keren, yah Adrian Chase adalah villain terbaik Arrow, tapi selain itu tetap masih banyak masalah, mulai dari masalah berjubelnya cast yang membuat karakterirasasi, sub plot, hingga koreo fight jadi membingungkan, atau.. bisa jadi saya yang bosan pada formatnya. Perbaikan di season 5 tidak membuat saya terlalu berekspektasi di season 6, dan entah apa ekspektasi itu ada pengaruhnya, tapi saya merasa season 6 bisa dianggap sebagai salah satu season terbaik Arrow. Yes !!! Arrow great again, serial ini berhasil membuat saya kembali menyukai Green Arrow.

hSidSyz.jpg

Read the rest of this entry

[Review Anime] Bleach (2004-2012): Semesta yang Kacau

Tidak banyak anime shonen saga yang saya tonton, hanya tontonan mainstream macam Naruto, One Piece, Dragon Ball, Fairy Tail, Hunter x Hunter, dan apakah Samurai X dan Fullmetal Aclchemist masuk kategori itu? Tapi dari semuanya, saya masih belum tertarik sedikitpun menonton Bleach. Saat dulu tayang di tv nasional saat saya SD, saya menikmatinya,.Kemudian semenjak tv swasta itu tiba-tiba tidak jelas dalam mengatur jadwal, saya pun tak minat lagi. Setelah berpuluh tahun kemudian, mengingat saya ada waktu banyak saat ini, saya kemudian mencoba menonton Bleach secara marathon. Hasilnya, sungguh sangat penyiksaan menonton anime satu ini. Saya mantap mengatakan bahwa Bleach adalah anime shonen saga terburuk yang pernah saya tonton, lebih buruk dari Fairy Tail, bahkan lebih buruk dari filler-fillernya Naruto.

015977700_1529926761-Bleach.jpg

Read the rest of this entry

[Review Anime] One Outs (2008-2009): Anime Baseball yang Jahat

Kebanyakan anime baseball (utamanya yang telah saya tonton) selalu berlatar kehidupan sekolah, turnamen sekolah, khususnya SMA, tujuannya Kosien -meski saya belum sekalipun melihat anime yang tokohnya sukses mencapai Kosien. Tapi karena beberapa tontonan terakhir selalu berlatar SMA, dan setidaknya sudah sedikit tahu lebih banyak soal baseball, saya jadi penasaran dengan latar cerita yang sudah di level professional. Major sejak season 4-6 memang sudah mencapai ranah itu, tapi feelnya masih tetap dengan kenaifan anak SMA, saya masih anggap ini cerita SMA Cuma dengan latar professional, yang memang aspek profesionalnya sendiri tidak memuaskan. Maka, ketika mencari tahusoal tontonan berikutnya, One Outs, saya cukup antusias dengan latar ceritanya yang mengambil setting ranah professional.


Read the rest of this entry