Monthly Archives: April 2017

[Review US-Series] Once Upon A Time Season 3 (2013-14) : Kembali Tampil Keren

Setelah sebelumnya di season 2 saya sempat merasa khawatir dengan masa depan serial ini, season 3 ternyata mampu membuktikan bahwa serial ini masih memberi harapan bahkan tampil melebihi ekspektasi. Berlatar petualangan baru di Neverland, sempat khawatir akan semembosankan seperti cerita di Enchanted Forest karena Storybrook tetap adalah tempat favorite, tapi ternyata saya salah karena kita akan merasakan sensasi yang baru karena Neverland adalah sebuah pulau yang akan menjadi tempat menarik untuk Emma dan timnya berpetualang menyelamatkan Henry, disela-sela hutan Neverland, ya saya lupa kalau Neverland tidak seperti dunia dongeng umumnya, sorry.

once-upon-time_5-release-date-portal

Read the rest of this entry

[Review US-Movie] Guardian of The Galaxy Vol 2 2017 : A Comedy Big-budget Movie With Touching Drama

Semenjak trailernya keluar, sudah ada ekspektasi untuk terbahak-bahak saat menonton Guardian of The Galaxy (selanjutnya disebut GoTG) vol 2, namun ternyata yang di dapat sangatlah melebihi ekspektasi. Memang benar kalau semenjak Marvel dan Disney berkerja sama, suasana filmnya memanglah selalu cerah dengan sisipan humornya, dan semenjak phase 3 kualitas filmnya mulai konsisten begitu pula dengan aspek komedinya, Captain America 1 & 2 yang sbelumnya sangat jarang membuat saya tertawa ternyata di edisi ketiganya cukup sering memasukan joke. Tapi meski selalu memasukan unsur joke, film-film Marvel selalu punya porsi seimbang dengan keseriusan cerita, dramatisasi, ketegangan, dan aksi dimana porsi humornya paling sekitar 25%. Tapi ternyata GoTG vol 2 sangat melebih ekspektasi untuk soal komedi karena tiba-tiba saja porsi komedinya begitu besar melebihi 50%. Jelas ini mempengaruhi ekspektasi menonton dimana awalnya saya berharap akan mendapat sajian petualangan luar angkasa memukau tapi ternyata ekspektasi saya berubah setelah menikmai menit-menit awal film, perlahan-lahan saya mulai berharap ada tawa di tiap scene, sebuah ekspektasi yang aneh untuk ukuran film superhero karena ekspektasi semacam itu adalah ekspektasi saya untuk menonton film komedi. Jadi, GoTG vol 2 adalah film komedi ? Entah ini konotoasi negative atau justru malah positive ?

Guardians-of-the-Galaxy-Vol-2-wallpaper

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Once Upon A Time Season 2 (2012-2013) : Potensi Inkonsistensi, But Still Fun To Watch

Kutukan telah dihancurkan, ingatan karakter negeri dongeng kembali, tapi mereka masih terjebak di Storybrook. Itulah ending season 1. Kembali saya katakan bahwa season 1 benar-benar menghibur. Biasanya season 1 akan selalu jadi yang terbaik dari sebuah series Amerika. Season 2 yang berhasil melewati ke asikan season 1 juga lumayan banyak, sayangnya Once Upon a Time tidak termasuk ke golongan itu.

1093830_225086360975417_1973594637_o

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Once Upon A Time Season 1(2011-2012) : This Fairy Tale Is Fun Enough To Watch

Berawal dari iklan yang muncul di tiap menonton Marvels Agend of Shield, sebuah trailer singkat sebuah serial berjudul Once Upon a Time menarik perhatian. Tentu saja saya tertarik dengan konsepnya, percampuran dunia dongeng dengan dunia nyata. Faktor lain adalah ingin melihat bagiamana penggambaran tokoh dongeng secara live action dan saling bertemu satu sama lain, hype superhero see each other ? I already watch it, some of fairy tale character see each other ? i will waiting for it. So yeah, I am interesting with the concept. Melihat Disney saat ini punya projek membuat film live action kartun-kartunnya, sembari menunggu hal itu terjadi, kita bisa merasakan sensasi live action itu lebih awal di serial ini, tentu dengan kualitas low budget. Sama seperti Agent Of Shield, serial Once Upon a Time di siarkan stasiun ABC.

639c25f5-472c-4750-8a08-0af689dfc0b3

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Smallville 2001-2011 : Kisah Drama Remaja Menggemaskannya Superman Muda

Saya rasa acara Smallville cukup popular di Indonesia meskipun jelas jumlah orang yang belum tahu lebih berkali lipatnya. Smallville sendiri merupakan sebuah serial mengenai masa remaja Clark Kent sebelum dia menjadi Superman, dan Smallville sendiri adalah nama sebuah desa fiksi dimana Clark Kent mengisi masa mudanya. Jika kalian yang sudah terbiasa menikmati sajian serial superhero saat ini, maka saya perlu mengingatkan kalian untuk mengendalikan ekspektasi. Karena Smallville sangat berbeda dibanding serial superhero saat ini yang sangat mengedepankan aksi, karena Smallville ini sajiannya sangatlah drama.

Seperti yang saya bilang, Smallville pada dasarnya hanya lah sebuah kisah dari Clark Kent di masa remajanya, jadi bisa kita anggap serial ini adalah serial yang membahas kehidupan remaja dan keluarga yang kebetulan tokoh utamanya alien dari Krypton. Seperti halnya drama remaja, kita akan disuguhi sebuah cerita ringan seperti Cinta, usaha PDKT, keinginan untuk popular di sekolah, persahabatan, dan tentunya keluarga. Kita akan melihat bagaimana Clark yang pemalu mencoba mendekati cinta pertamanya, Lana Lang, bagimana tentang kisah persahabatannya dengan Pete Ros dan Chloe Sullivan, dan hangatnya keluarga Kent. Namun tetap tidak lupa kita juga akan menemani perjalanan Kent mendapatkan kekuatan Superman secara bertahap seperti x ray vision, super hearing, super vision, super speed, namun tetap pobia untuk terbang. Dan bagian menariknya adalah mengenai bagimana perjalanan Clark dan Lex Luthor yang awalnya sahabat berakhir jadi rival abadi.

Cast-of-Smallville-smallville-34487_1024_768_(1)

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Heroes Reborn 2015-2016 : Masih Dengan “Penyakit” Yang Sama

Dulu, kalau tidak salah di zaman SMP saya, kira-kira di akhir  2000-an, ada 4 TV Series Amerika yang paling saya ingat tampil dan ditunggu di televisi meskipun tayangnya malam hari, yaitu Prison Break, Supernatural, Smallville, dan Heroes. Meski tayang di televisi, saya tak pernah bisa menikmati ceritanya secara lengkap, karena entahlah apakah kebijakan televisi Indonesia punya penanganan kontrak bagaimana untuk membeli serial televisi Amerika dimana dampaknya tiba-tiba saja hilang di peredaran hingga jam tayangnya pindah dini hari atau bahkan pindah penayangan stasiun tv tanpa pemberitahuan. Untungnya setelah saya melek internet, saya bisa menebus rasa penasaran itu, terimakasih internet, dan ya saya sudah menyelesaikan ke 4 series itu beberapa tahun lalu.

Beberapa hari lalu, saya dikejutkan dengan kabar munculnya kembali serial Prison Break Sequel yang merupakan lanjutan dari Prison Break season 4 yang sudah berakhir beberapa tahun lalu. Hal ini lah yang melatari saya membuat tulisan ini, karena saya pun ingat pada tahun lalu Heroes juga tiba-tiba kembali dengan judul Heroes Reborn. Apakah sekarang sedang tren melanjutkan series lama yang sudah selesai ? Apakah masih ada yang lain ? Tapi untuk 4 series yang saya sebutkan tadi, saya yakin tidak ada kejutan lagi, tentu saja karena Supernatural masih berlanjut hingga sekarang yang memasuki season ke 12 nya, sementara Smallville tidak mungkin berlanjut karena Clark Kent sudah jadi Superman, seandainya di lanjut, harapan itu sudah pupus karena sudah ada Superman baru di tv series dimana pemerannya bukan lagi Tom Welling. Jadi, karena untuk mereview Prison Break yang baru ini belum bisa karena saya akan mereview keseluruhan dimana menunggu satu season habis dulu, jadi menunggu Prison Break selesai saya ingin mereview Heroes Reborn terlebih dahulu mumpung ingat.

The-Cast-of-Heroes-Reborn

Read the rest of this entry

[Review Indo-Movie] The Guys 2017 : Radit Mulai Lelah

Dalam 10 bulan, Raditya Dika sudah merilis 3 film; Koala Kumal, Hangout, dan The Guys. Jelas dalam interval tersebut jadi masa tersibuk Raditya Dika dalam dunia perfilman. Sayang kuantitas itu tak dibarengi kualitas yang semakin baik, justru makin kesini makin memburuk. Pada akhirnya saya bertanya-tanya, apa yang membuat Raditya Dika begitu intens membuat film akhir-akhir ini ? Apakah ada tuntutan untuk Raditya Dika agar cepat-cepat merilis filmnya? Permasalahannya, konsep ceritanya Raditya Dika meskipun cenderung gitu-gitu aja, tapi punya konsep cerita yang menarik, hanya saja dari ketiga film diatas semuanya dikacaukan dengan persiapan yang mepet yang akhirnya menggagalkan setiap potensi filmnya.

Untuk beberapa film Radit kedepan, saya yakin fans militannya masih akan melahap tiap film Radit, dan yang menakutkan dari itu adalah Radit tidak lagi merasa tertantang. Tapi meski begitu kredibilitasnya juga mau tidak mau pasti akan turun bagi penikmat film, setidaknya bagi saya, dan harapannya bagian itulah yang akan menantang Radit kedepannya. Tapi apalah saya kok bisa menantang Radit? toh saya Cuma butiran bumbu mie yang kalau Cuma 1 butir tetep ga berasa apa-apa. Tapi setidaknya bagi saya memang itulah yang saya rasakan. Jujur saja untuk pertama kalinya saya berpikir 2 kali untuk menonton film Radit di bioskop setelah sejak Single, saya tak pernah absen melahap filmnya. Alasannya tentu karena perkembangan Radit yang makin bertambah filmnya makin mengkhawatirkan. Mulai dari Koala Kumal yang sebenarnya dari cerita cukup memuaskan, namun dari segi Humor terlihat Radit mulai kewalahan karena memasukan one liner yang sudah basi, dengan kata lain miss humornya makin banyak. Kemudian muncul Hangout yang katanya Radit ingin keluar dari zona nyamannya mengangkat tema cinta, hasilnya ? Hancur menurut saya, dari segi cerita misterinya kurang seru, thrillernya tidak tegang, humornya pun lagi miss nya makin banyak dibanding Koala Kumal, belum lagi Radit yang sempat mengatakan di youtubenya lebih suka humor bersih dan tidak menyukai humor jorok malah mengeksoitasi Dinda Kanyadewi dengan joke bau keteknya. Namun untuk Hangout saya masih memaklumi karena Radit mau keluar zona nyamannya, hal  itu saya apresiasi dan sebenarnya Humornya ada beberapa yang segar karena bukan lagi bicara soal cita tapi humor ke tema survival dan itu menyegarkan meski missnya pun banyak, terutama soal humor yang berkaitan dengan persona karakter. Lalu bagaimana dengan The Guys ? Tentu harapannya The Guys sebagai titik balik Radit untuk kembali, apalagi dia kembali ke zona nyamannya.

the-guys-head-640x353

Read the rest of this entry

[Review K-Drama] Introverted Boss 2017 : Finally, Sebuah Drama Dari Sudut Pandang Seorang Introvert

Padahal saya sudah berjanji untuk tahun ini, dalam pengerjaan skrip(shit) ini, jangan sampai saya tersentuh godaan drama korea yang terkutuk. Niat saya kemudian didukung dengan daftar drama tahun ini yang secara mengejutkan sebagian para actor/artis yang jadi langganan tontonan ternyata belum dapat tawaran drama di tahun ini, sementara sebagian lain artis-artis yang sudah mendapatkan judul drama tahun ini malah bermain di drama genre historical yang dimana genre itu merupakan genre pilihan terakhir saya untuk ditonton. Terakhir saya menonton drama Korea adalah K2 (2016), dan yup saya tidak ikut hype Legend of Blue Sea dan Goblin yang fenomenal itu karena saya tidak terkesan dengan episode 1nya yang berlatar sejarah kerajaan. Otomatis sejauh ini di tahun 2017 hanya dramanya Suzy yang saya antisipasi. Gayung bersambut, saya merasa niat saya untuk focus skripsian direstui tuhan. Namun sayangnya mata saya gatel sekali untuk nonton dimana ketika saya iseng-iseng scroll situs streamingan saya langsung tertarik dengan sebuah judul “Introverted Boss” dimana tentu saja kata “Introvert” ini sangat membius mata. Bukan tanpa alasan, tema Introvert ini punya factor kedekatan bagi saya yang merasa Introvert. Sebuah penantian juga, akhirnya ada juga tokoh utama berkarakter Introvert yang akan menarik sekali sudut pandangnya. Karakter Introvert sebagai tokoh utama memang sudah banyak, namun kebanyakan dari barat, seperti misalnya serial Mr Robot ataupun film The Perks of Being a Wallflower, sayangnya mereka berasal dari Amerika, jadi ketika tau Korea menggarap ini saya akan menikmati factor kedekatan budayanya ketimbang budaya Amerika, dimana di Korea dan di kebanyakan budaya Asia, selain factor budaya basa-basinya, sifat sungkannya juga kuat yang bisa membuat potensi seseorang menjadi Introvert lebih meningkat sehingga tema ini akan lebih terasa bagi orang Asia, that my opinion. Namun sekali lagi saya mengutuk drama Korea. Padahal saya tahu bagaiaman candunya drama Korea, yang awalnya saya berniat menonton sehari 1 episode, akhirnya saya melahap semuanya dalam sehari, terbuanglah jam-jam berharga saya untuk mengetik setidaknya separagraf untuk skripsi saya. Memang sialan sekali drama Korea kalau dalam soal memotong ending episodenya.

08

Read the rest of this entry

[Review Anime] All Out !!! 2017 : Anime Sport yang Biasa Tapi Memuaskan

 

Saya adalah penggemar Anime Sport, olahraga apapun. Anime beberapa tahun terakhir sedang rajin memproduksi anime genre sport mulai dari Kuroko no Basket, Diamond  no Ace, Baby Step, Yowamushi Pedal, hingga yang terakhir Haikyu. Tahun ini dahaga saya terhadap anime sport kembali terpuaskan dengan hadirnya All Out.

All Out sekilas akan mengingatkan kita pada Eyeshild 21 namun sebenarnya berbeda. All Out nama olahraganya adalah Rugby, sementara Eyeshild 21 merupakan American Football, meski menggunakan bola yang mirip, tapi aturan permainannya berbeda. Eyeshild memang termasuk fenomenal, legenda layaknya Slam Dunk dan Tsubasa, tapi saya tak berharap All Out mengikuti jejaknya, untungnya genre sport beberapa tahun ini sangat memuaskan, baik dari segi grafis maupun gaya penceritaan, dan All Out memuaskan ekspektasi saya.5f780c5c025ed14204954d1ef580462a1475689944_full

 

Read the rest of this entry

[Review Anime] Seiren 2017 : Anime Manis Tapi Bukan Jenis Omnibus yang Di Harapkan

Beberapa waktu yang lalu saya merasa sedang kangen nonton Anime setelah tahun ini saya terlalu berkutat dengan superhero series dan memang tidak banyak Anime yang sedang masuk daftar tontonan saya. Selain Anime episode panjang yang memang langganan daftar tonton macam One Piece, Dragon Ball Super, dan Naruto  Shipuden yang entah saya lupa sudah sampai mana, hanya ada 2 anime dan itupun bergenre sport yang sedang saya tunggu tiap minggunya, yaitu All Out !!! dan Yowamushi Pedal : New Generation. Namun pada saat itu saya juga membutuhkan tontonan Anime ringan yang kangen pada kisah sederhana tanpa jurus-jurusan, Cuma kehidupan biasa khususnya romance, dan akhirnya saya mencari yang rilisan baru. Di tengah pencarian itu mata saya langsung tertuju ke Seiren bermodal poster karakter wanita menggunakan seragam sekolah yang menarik dan tidak berlebihan. Saya pun makin tertarik dengan sinopsisnya yang mengatakan bahwa ini adalah omnibus dimana berisi tiga cerita utama, akhirnya pilihan jatuh kepada anime romance school comedy, Seiren.

oku-hanako-kimi-no-hana-seiren-hires

Read the rest of this entry