Blog Archives

[Review US-Movie] Captain Marvel (2019): Tidak Ada Kreativitas

Captain Marvel jadi pembuka sajian MCU ditahun ini. Sebelum rilis, film ini sudah banyak kontroversi dengan banyak isu-si social-politik, rasial, gender, dan semacamnya dengan berbagai istilah. Menarik melihat ada film Marvel yang mendapat gunjingan sebelum rilis, sekali-kalilah, bosen kan denger film DC mulu yang kena gunjingan, first time? Marvel? Dan tentu saja dengan adanya gunjingan, akan mempengaruhi mood tontonan, dan dengan gunjingan itu, tentu saja motivasi paling menarik adalah soal pembuktian, apalagi kebanyakan isu yang beredar adalah bukan secara kualitas produksi, apa memang cuma sekedar itu atau karena memang secara produksinya pun bermasalah?

kekuatan-captain-marvel-yang-bisa-bikin-5cfd6c.jpg

Read the rest of this entry

Advertisements

[Review US-Series] The Punisher Season 2 (2019): 2 Plot Villain yang Tak Menyatu, Tapi Diperlukan

Netflix sedang bersih-bersih acara Marvel. Iron Fist dan Luke Cage telah di cancel, dan yang paling disayangkan tentu ikut dicancelnya Daredevil yang padahal belum puas melihat pertarungannya dengan Bullseye. Kini tersisa The Punisher dan Jessica Jones. Tentu ini akan jadi musim terakhir The Punisher yang tayang lebih dulu,. Maka tentu harapannya tidak ada lagi misteri tersisa mengingat kelanjutan series Marvel-Netflix ini tidak ada kejelasan juga. The Punisher punya season pertama yang menarik, mebuatnya menjadi salah satu series andalan Marvel-Netflix bersama Daredevil dan Jessica Jones. Tentunya harapannya series ini mempertahankan kualitasnya secara konsisten, mengikuti jejak Daredevil.

maxresdefault (5)

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Marvel’s Daredevil Season 3 (2018): Berfokus Pada Plot Konspirasi

Salah satu alasan The Defenders kurang berkesan adalah karena kebanyakan sudah tau bahwa Daredevil akan berlanjut ke season 3. Tapi menarik juga melihat bagaimana ending The Defenders membuat saya juga sudah punya bayangan bagaimana season 3 bermula, yang ternyata tidak jauh berbeda dengan ending season 2 nya. Daredevil disangka sudah mati –yang tentunya kita tahu tidak akan mati, dimana Matt Murdock akan mengawali season ini dengan penuh pikiran, mulai dari duka akan kematian Elektra hingga persoalan soal jati dirinya, hal yang selalu dibahas selama 3 season.

daredevil1-1.jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Marvel’s Iron Fist Season 2 (2018): Berkembang

Setelah mendapat review kurang menyenangkan di season 1, tentu Iron Fist punya target dan punya ruang berkembang yang banyak di season 2. Bagi saya sendiri season 1 masih enjoyable meski harus diakui kalau susunan plot, villain, dan koreo fightnya kacau. Tapi season 1 masih punya beberapa hal yang menyenangkan, terutama plot corporate drama dan plot romancenya. Lalu, bagaimana dengan season 2? Perbaikan adalah sesuatu yang wajib ada, tapi bagaimana secara keseluruhan? Apa saja yang disajikan?

Marvel’s-Iron-Fist-Season-2-1-1.jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Marvel’s Cloak & Dagger (2018): Padahal Menjanjikan

Satu lagi erieal bau dikeluarkan Marvel yang masuk dalam universe MCU, Cloak and Dagger. Cloak & Dagger merupakan serial MCU kesebelas setelah Agent of SHIELD, Agent Carter, Daredevil, Jessica Jones, Luke Cage, Iron Fist, The Defenders, The Punisher, Inhumans, dan Runaways. Meski universe series MCU agak berantakan setelah diabaikan filmnya, saya masih merasa tertarik melihat bagaimana arah dari series-series MCU kedepan, apakah akan tetap dibuat connected atau dibuat semandiri mungkin? Tapi tetap jangan lupakan tujuan utama suatu cerita, yaitu untuk menarik dilihat sebagai karaya yang berdiri sendiri.

Marvels-Cloak-and-Dagger-TV-Series-Logo.jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Marvel’s Luke Cage Season 2 (2018): Membenahi Berbagai Aspek, Tidak Mengulangi Kesalahan

Luke Cage di season pertama sebenarnya bukan series yang meh seperti Iron Fist dan The Defenders, Luke Cage satu tingkat diatasnya. Yang jadi masalah, walaupun saya cukup menikmatinya, hanya saja setelah menonton rasanya tidak punya kesan khusus, forgettable. Oh, Cuma Cottenmouth, sisanya saya benar-benar lupa. Yang jelas saya ingat, serial ini menjadi antiklimaks ketika penjahat yang tadinya Cottenmouth berpindah ke Diamondback. Sementara cerita soal Luke Cage sendiri, selain soal balas dendam atas nama Pop, tidak ada yang special. Salah satu alasan kenapa saya tidak begitu antusias sebenarnya dengan season ke 2. Tapi ternyata season 2 Luke Cage mampu berbenah diri dan menjadi serial yang menyenangkan untuk dilihat.

marvels-luke-cage-season-2-viewer-votes-590x224.png

Read the rest of this entry

[Review US-Movie] Ant Man and The Wasp (2018): Cukup Menjadi Film yang Bersenang-Senang

Ant Man merupakan film MCU yang underated. Jarang dibahas fandom, jarang dianggap spesial oleh fan basenya, padahal Ant Man merupakan salah satu film tersolid MCU. Alasannya bisa jadi karena waktu rilisnya yang setelah film Avenger membuat hype film ini berasa ketimpa. Setelah disajikan film assemble dengan skala besar, Ant Man selalu muncul dengan skala yang minimalis. Hal itu juga berlaku untuk sekuelnya. Film pertamanya rilis setelah Avenger Age of Ultron, kini sekuelnya muncul setelah Avenger Infinity War. Dan sekali lagi, ruang lingkup Ant Man di film kedua ini ruang lingkupnya kembali minimalis.

Ant-Man-and-the-Wasp.jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Movie] Avengers: Infinity War (2018): Sebagai Puncak Penantian, Hmmm… Am I Overhype ?

Bagi orang-orang yang sudah terpapar gempuran pop culture MCU selama 10 tahun, film Avengers Infinity War tentu akan dijadikan sebagai sebuah puncak penantian. Begitupun saya, meski mengenalnya tidak sejauh itu juga, tapi harus diakui adalah, sistem shared universe  yang dibawa MCU ke dalam media film ini membuat saya semakin tertarik dan paham mengenai industri perfilman dan juga jadi gerbang saya mengenal sitilah pop culture. Iya jelas saya kagum dengan bagaimana ide yang dibawa oleh MCU ini dan perjalanan panjanganya berhasil membuat Marvel Cinematic Universe sebagai sebuah franchise yang sudah sangat kokoh namanya yang membuatnya mendapat jaminan penonton banyak disetiap rilisan film terbarunya. Tapi, itu tidak membuat saya jadi gelap mata. Saya sempat berada di tahap ketika menganggap setiap film MCU adalah auto bagus, dan kalau saya masih berada di tahap itu, sulit menilai film Crossover yang penuh dengan fan service  memanjakan mata itu secara objektifit, soalnya memang itu lah senjatanya MCU, set up hype terus menerus. Lalu, bagaiamana hasil dari puncak penantian ini? Mencapai puncak kah?

avengers-infinity-war-et00073462-02-04-2018-09-21-43.jpg

Read the rest of this entry

Review Marvel Cinematic Universe Sebelum Avengers Infinity Wars: Review Singkat Semua Produk Marvel Studios (Film & Serial)

10 tahun sudah berlalu semenjak film Marvel Studios pertama, Iron Man, rilis dalam memulai rangkaian pembentukan Universe dalam ranah perfilman.Pembentukan Universe sejatinya sebenarnya pengambilan keputusan yang beresiko, tapi disatu sisi jika namanya sudah besar, sudah menancapkan diri sebagai franchise, maka posisinya sudah amat aman.Tapi, dengan mengesampingkan  fakta bahwa kini MCU sudah menjadi sebuah franchise yang amat besar dengan jaminan penonton yang selalu besar di tiap film-filmnya, bahkan punya kecenderungan untuk selalu dianggap keren di tiap rilis karena hype (padahal kalau ditonton ulang ternyata tidak segitu wah juga kadang-kadang), apakah MCU bisa dibilang sudah berhasil mengurus Universenya? Apakah memang iya tidak ada fail nya? Disini saya ingin mereview semua produk Marvel Studios dimana baik Film maupun Series nya sudah dikonfirmasi berada di univers yang sama, sesuai dengan urutan tahun rilisnya.

DVh4iXIWsAAWZ3h.jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Marvel’s Jessica Jones Season 2 (2018): Siapa yang Bisa Menggantikan Killgrave?

Jika dibuat perigkat untuk serial Marvel-Netflix, maka Jessica Jones adalah yang paling favorit, disusul dua season dari Daredevil, The Punisher, Luke Cage, dan dua seri Marvel-Netflix yang mengecewakan, Iron Fist dan The Defenders. Tahun lalu bisa dibilang Marvel-Netflix cukup mengecewakan dengan Iron Fist dan The Defenders, untungnya The Punisher tidak melengkapinya. Lalu bagaimana tahun ini? Jessica Jones belum apa-apa sudah punya standar yang begitu tinggi karena season pertamanya. Ini membuat saya sebagai penonton bertanya-tanya bagaimana season selanjutnya, cukup lumayan loh bebannya. Meski begitu saya juga sadar, yang membuat Jessica Jones memukau adalah villainnya, Killgrave, yang karismatik, kejam, dan saya sebagai penonton ikut takut dan kebingungan bagaimana caranya mengalahkannya. Entah kalau tidak ada Killgrave apakah Jessica Jones masih akan semenarik itu? Pertanyaan menariknya, dengan dibunuhnya Killgrave, bagaimana season 2 nya? Plot seperti apa yang digunakan untuk lepas dari baying-bayang Killgrave? Siapa yang bisa menggantikan Killgrave?

JJO-season-2-header.png

Read the rest of this entry