Blog Archives

[Review US-Series] Titans (2018): Lebih Kelam dan Brutal, Tapi Tetap Standar Arrowverse

DC kembali menambah koleksi shownya, bahkan menambah universe baru. Setelah universe series animasi TimmVerse (yang tentunya sudah tamat), lalu universe movie animasi (DCAMU), World of DC atau DCEU, ArrowVerse, kini tambah 1 lagi. Entah apanamanya, tapi ini dari layanan streaming bernama DC Universe, khusus kepunyaan DC dan WB. Dan proyek perdananya adalah Titans, sebuah tim dari para remaja nerkekuatan super, kecuali Robin, karena dia, hmmm, He is Batman…..sidekick.

Titans-DC-Universe-Banner.jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Series] The Punisher Season 2 (2019): 2 Plot Villain yang Tak Menyatu, Tapi Diperlukan

Netflix sedang bersih-bersih acara Marvel. Iron Fist dan Luke Cage telah di cancel, dan yang paling disayangkan tentu ikut dicancelnya Daredevil yang padahal belum puas melihat pertarungannya dengan Bullseye. Kini tersisa The Punisher dan Jessica Jones. Tentu ini akan jadi musim terakhir The Punisher yang tayang lebih dulu,. Maka tentu harapannya tidak ada lagi misteri tersisa mengingat kelanjutan series Marvel-Netflix ini tidak ada kejelasan juga. The Punisher punya season pertama yang menarik, mebuatnya menjadi salah satu series andalan Marvel-Netflix bersama Daredevil dan Jessica Jones. Tentunya harapannya series ini mempertahankan kualitasnya secara konsisten, mengikuti jejak Daredevil.

maxresdefault (5)

Read the rest of this entry

[Review US-Series] The Flash Season 4 (2017-2018): Lebih Fun

Season 3 ternyata berakhir menyebalkan untuk The Flash. Setelah paruh awal dengan pendekatan dark ke karakter Barry Allen sebenarnya cukup ok, satu-satunya yang menyebalkan yak arena Barry Allen meng Olver Queen kan diri, namun di paruh ke dua kucing-kucingan Savitar-Iris jadi menyebalkan terlalu repetitive. Entah karena merasa pendekatan kelam ke The Flash tidak berjalan baik atau bagaimana, di season ke 4 The Flash justru jadi jauh lebih cerah dan fun. Bahkan lebih fun dari pada season 1.

1508182906_429_the-flash-season-4.png

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Supergirl Season 3 (2017-2018): Kenapa Plot Supergirl Sulit Intens?

Supergirl telah mencapai season 3, dan di Arrowverse season 3 adalah kutukan. Arrow menurun setelah 2 season yang hebat. The Flash juga mengalami hal yang sama, bahkan anjlok signifikan dibanding 2 season awal, lalu bagaimana Supergirl? Saya sebenarnya cukup optimis dengan Supergirl. Karena, 2 season awal Supergirl masih terbilang medioker tak sehebat Arrow dan The Flash. Jadi, rasanya Supergirl tidak punya beban akan perbandingan dengan season sebelumnya, ditambah memang masih banyak ruang untuk berkembang.

maxresdefault (2).jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Arrow Season 6 (2017-2018): Get My Trust Back

Buat saya, season terbaik Arrow adalah antara season 1 dan 2, personally saya lebih suka yang pertama. Dan semenjak saat itu hingga kini, belum ada yang menyamai level 2 season ini. Season ketiga bagi saya masih menghibur, walau ya menurun memang,  tapi season 4 benar-benar jadi titik terendah Arrow dan membuat citra Arrowverse jadi dianggap remeh. Damien Dhark yang membosankan, Felicity yang annoying, cast semakin banyak, dan pola cerita yang sama membuat season ini sangat membosankan, puncaknya adalah kematian Laurel yang banyak membuat marah penonton, dimana selama ini karakternya belum dihormati sepanjang serial ini berlangsung. Season 5 jelas sekali ada upaya perbaikan. Hasilnya memang membaik, sayangnya selain villain yang keren, yah Adrian Chase adalah villain terbaik Arrow, tapi selain itu tetap masih banyak masalah, mulai dari masalah berjubelnya cast yang membuat karakterirasasi, sub plot, hingga koreo fight jadi membingungkan, atau.. bisa jadi saya yang bosan pada formatnya. Perbaikan di season 5 tidak membuat saya terlalu berekspektasi di season 6, dan entah apa ekspektasi itu ada pengaruhnya, tapi saya merasa season 6 bisa dianggap sebagai salah satu season terbaik Arrow. Yes !!! Arrow great again, serial ini berhasil membuat saya kembali menyukai Green Arrow.

hSidSyz.jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Marvel’s Daredevil Season 3 (2018): Berfokus Pada Plot Konspirasi

Salah satu alasan The Defenders kurang berkesan adalah karena kebanyakan sudah tau bahwa Daredevil akan berlanjut ke season 3. Tapi menarik juga melihat bagaimana ending The Defenders membuat saya juga sudah punya bayangan bagaimana season 3 bermula, yang ternyata tidak jauh berbeda dengan ending season 2 nya. Daredevil disangka sudah mati –yang tentunya kita tahu tidak akan mati, dimana Matt Murdock akan mengawali season ini dengan penuh pikiran, mulai dari duka akan kematian Elektra hingga persoalan soal jati dirinya, hal yang selalu dibahas selama 3 season.

daredevil1-1.jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Marvel’s Iron Fist Season 2 (2018): Berkembang

Setelah mendapat review kurang menyenangkan di season 1, tentu Iron Fist punya target dan punya ruang berkembang yang banyak di season 2. Bagi saya sendiri season 1 masih enjoyable meski harus diakui kalau susunan plot, villain, dan koreo fightnya kacau. Tapi season 1 masih punya beberapa hal yang menyenangkan, terutama plot corporate drama dan plot romancenya. Lalu, bagaimana dengan season 2? Perbaikan adalah sesuatu yang wajib ada, tapi bagaimana secara keseluruhan? Apa saja yang disajikan?

Marvel’s-Iron-Fist-Season-2-1-1.jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Marvel’s Cloak & Dagger (2018): Padahal Menjanjikan

Satu lagi erieal bau dikeluarkan Marvel yang masuk dalam universe MCU, Cloak and Dagger. Cloak & Dagger merupakan serial MCU kesebelas setelah Agent of SHIELD, Agent Carter, Daredevil, Jessica Jones, Luke Cage, Iron Fist, The Defenders, The Punisher, Inhumans, dan Runaways. Meski universe series MCU agak berantakan setelah diabaikan filmnya, saya masih merasa tertarik melihat bagaimana arah dari series-series MCU kedepan, apakah akan tetap dibuat connected atau dibuat semandiri mungkin? Tapi tetap jangan lupakan tujuan utama suatu cerita, yaitu untuk menarik dilihat sebagai karaya yang berdiri sendiri.

Marvels-Cloak-and-Dagger-TV-Series-Logo.jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Legion Season 2 (2018): Pameran Estetika Visual

Bagi yang sudah menonton season 1 dari kisah David Haller yang dikomiknya merupakan soerang mutan anak dari Profesor X yang sampe season ini belum ada keberadaannya. Legion merupakan series yang unik. Alur lambat dengan visual yang mengasikan memanfaatkan karakter utama yang sulit menyeleksi mana yang nyata mana yang ilusi. Saya sudah tau harapan apa yang ingin saya tonton dari series ini, dan memang saya ketagihan dan antusian menati season 2nya. Season pertama bercerita mengenai jati diri David dengan musuhnya yang berada didalam kepalanya sendiri, Shadow King. DI akhir season pertama, Shadow King berhasil keluar dari tubuh David yang sudah sepanjang hidupnya bersama, kini masuk ketubuh orang lain, Oliver. Sementara David, tiba-tiba hilang ditangkap bola kecil.

-Legion-Season-2-Key-Art-marvels-legion-fx-41129250-3000-1285.jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Series] 13 Reason Why (2017): Memahami Psikologi Remaja

Akhirnya saya berkesempatan menikmati series netflix satu ini. Yup, telat 1 tahun, saat itu series ini booming, sayannya saya punya urusan akdemisi, dan kini akhirnya saya bisa menikmati series lagi dan sudah menargetkan beberapa series. Series ini memang booming dan meraih rating yang baik. Tapi, kalaupun tidak booming saya tetap akan tertarik dengan series satu ini. Alasannya karena premis film ini sangat menarik, mengenai hal-hal soal depresi, bunuh diri, perundungan, yang objeknya adalah ABG. Kebetulan beberapa tahun ini saya sendiri sedang tertarik soal  hal-hal seperti ini, terutama di sisi psikologinya.

tumblr_okcksnqjp71rq03t7o1_500h.jpg

Read the rest of this entry