Blog Archives

[Review Anime] 3D Kanojo Girl Season 2 (2019): Tidak Lagi Befokus Pada Igarashi Iroha-Tsutsui Hikari

Mendengar 3D Kanojo Girl berlanjut ke season 2 termasuk mengejutkan buat saya. Saya tidak punya  ekspektasi untuk melihat lanjutan kisah Iroha dan Hikari dimana bagi saya cerita season pertama sudah ok. Meskipun memang masih ada pertanyaan yang belum terjawab, melihat trend anime romance seperti ini memang tidak sering berlanjut, jadi saya benar-benar tidak begitu berekspektasi mendapat lanjutan. Jadi, apa yang saya dapat di season 2 ini?

LjbWYZ5.jpg

Read the rest of this entry

Advertisements

[Review US-Series] 13 Reason Why (2017): Memahami Psikologi Remaja

Akhirnya saya berkesempatan menikmati series netflix satu ini. Yup, telat 1 tahun, saat itu series ini booming, sayannya saya punya urusan akdemisi, dan kini akhirnya saya bisa menikmati series lagi dan sudah menargetkan beberapa series. Series ini memang booming dan meraih rating yang baik. Tapi, kalaupun tidak booming saya tetap akan tertarik dengan series satu ini. Alasannya karena premis film ini sangat menarik, mengenai hal-hal soal depresi, bunuh diri, perundungan, yang objeknya adalah ABG. Kebetulan beberapa tahun ini saya sendiri sedang tertarik soal  hal-hal seperti ini, terutama di sisi psikologinya.

tumblr_okcksnqjp71rq03t7o1_500h.jpg

Read the rest of this entry

[Review Anime] 3D Kanojo: Real Girl (2018): Menanti “Apa Problematikanya, Apa Solusinya”

Dari sekian banyak formula cerita romantis, saya sebenarnya sedang tertarik dengan tema mengulas bagaimana hubungan seseorang. Bukan cerita pdkt, bukan sebuah status yang menjadi tujuan akhir, bukan juga soal perselingkuhan atau cinta segitiga, melainkan bagiamana dinamika suatu pasangan, ok.. sebut saja saya mau nonton karakter fiksi pacaran. Daya tariknya ada pada apa problematikanya dan bagaimana penyelesaian masalahnya. Sejauh ini baru Tsuki Ga Kirei yang saya tonton dan punya kesan tersendiri, hingga pada akhirnya pada tahun ini muncul anime berjudul 3D Kanojo Real Girl. Menggunakan formula cerita soal pasangan, dengan isi berupa “apa problematikanya” dan “bagaimana solusinya”,  cerita yang diangkat adalah mengenai hubungan seorang otaku dengan cewek popular di sekolahnya. Hmmm, menarik, problematika apa saja yang akan muncul? Dan bagaimana solusinya?

top.jpg

Read the rest of this entry

[Review Anime] Koi wa Ameagari no You ni (2018): Sulit Mendukung Mereka Bersatu, Tapi Menyenangkan Melihat Mereka Bersama

Satu lagi anime dengan premis yang menarik. Bercerita mengenai kisah cinta beda generasi dimana ada seorang anak SMA yang jatuh cinta dengan om om manager sebuah restoran yang berumur 45 tahun. Alasannya? Dia sendiri tidak tahu. Yah karena premisnya unik, jelas saya ingin mencobanya. Tapi sebenarnya awal ketertarikannya bukan karena itu. Melihat premisnya membuat saya teringat dengan sebuah vide klip random yang saya tonton di YouTube dimana saya tertarik karena ada Nana Komatsu disitu, ternyata setelah saya cari tahu anime ini rilis film live-actionnya dibulan pada 25 Mei, dan yang saya tonton adalah MV soundtracknya. Karena pasti sulit menonton filmnya, dan lama menunggunya, jadi saya coba dulu animenya.

Koi_Ameagari_Portada-950x394.jpg

Read the rest of this entry

[Review Anime] Karakai Jouzu no Takagi-san (2018): Iseng-Iseng Menggemaskan

Anime ini sudah saya pantau sejak tahun lalu dan tertarik karena premisnya, cerita mengenai kelakuan 2 bocah lawan jenis yang bangku kelasnya bersebelahan, saling menjaili, dan ini genrenya romance, jadi ini premis yang sangat menarik buat saya. Sayang saya baru bisa menontonnya sekarang. Tapi sayang, ekspektasi saya soal anime ini sangat jauh berbeda, dan hal ini berkaitan dengan formatnya, nyaris saya kecewa. Iya, nyaris, untungnya meski kecewa dengan formatnya, ada hal lain yang membuat saya bertahan menonton anime ini.

harunatsu-karakai-jouzu-no-takagi-san-02-720p-hi444pp-aaccc853f70-mkv_snapshot_14-05_2018-01-20_01-08-06.jpg

Read the rest of this entry

[Review Anime] ReLIFE Kanketsu-hen (2018): OVA Penyelesaian

ReLIFE adalah salah satu anime slice of life, school, dan romance yang mendapatkan kesan sangat menyenangkan bagi saya. Saat rilis 2016 lalu, meski dengan tema yang cukup klise, tapi eksekusi yang memuaskan memfokuskan diri mengenai cerita soal pengaruh kehidupan sekolah terhadap kehidupan bermasyarakat saat dewasa nanti. Eksekusi yang baik, pesan yang ingin di sampaikan pun sederhana tapi penting, hingga art work yang sederhana namun tetap menarik ini adalah senjata-senjata ReLIFE untuk mendapatkan kesan tersendiri. Tapi, seperti kebanyakan anime romance pada umumnya, anime ini diakhiri open ending yang memang selalu bisa menghasilkan penonton yang geregetan. 2 tahun berselang, akhirnya munculah kelanjutan cerita ini, sayangnya bukan dalam bentuk season 2, melainkan OVA berjumlah hanya 4 episode. Memang tidak sesuai harapan, tapi setidaknya ada pemuas dahaga.

Relife-ova-sub-indonesia.png

Read the rest of this entry

#RekomendasiPlaylist: Lagu-Lagu Untuk Momen Kelulusan. Sebuah Pesan Perpisahan, Mengenang Pertemanan, Hingga Optmisme Masa Depan, Soundtrack of Your Graduation Day

Ketika tulisan ini dibuat, di umur saya yang 20-an (tak perlu detail lah) dalam fase berjuang untuk sebuah kelulusan, saya mencoba mengingat kembali beberapa tahun yang lalu, sebuah fase kelulusan lain yang pernah saya alami. Bertepatan dengan moment kelulusan adik-adik kita para penerus bangsa, para masyarakat baru, terlepas dari bagaimana masa depannya yang juga bukan hak saya untuk menghakimi generasi baru ini, saya mencoba sejenak mengingat-ingat masa itu kembali. Cuma untuk sekedar mengingatkan saya pula untuk tidak kolot, tidak ignorant merasa lebih baik dan mentoleransi para generasi baru yang sedang ada di fase puber ini, sekaligus memelihara sisi kenaifan saya di saat masa-masa sekolah dulu. Saya mencoba mengingat-ingat perasaan apa yang saya rasakan dulu saat berada di fase itu, fase transisi, perpindahan tahap kehidupan, saat dimana berbagai emosi berkecamuk berkumpul dalam satu momen, ketika sedih dan bahagia jadi satu, disaat kita menyadari bahwa pada saat itu kita harus mengingat-ingat semua momen di masa lalu, menghargai momen yang berlangsung, sekaligus memikirkan langkah kedepan kita, semua dalam satu waktu, 3 masa yang selalu jadi bahan pikiran saya saat itu datang secara bersamaan. Dan kini 7 tahun berselang, saya mencoba mengingat kembali perasaan itu melalui lagu-lagu yang amat cocok menjadi soundtrack di hari kelulusan kita semua, tentang perpisahan, mengenang pertemanan indah kita, hingga bagiamana kita menghadapi kegamangan masa depan, soundtrack of your graduation day.

kangen2

 

Read the rest of this entry

[Review Anime] Tsuki Ga Kirei (2017): The Awkwardness Is Killing Me

2017 sepertinya ada banyak anime romance yang keren. Total sudah ada 4 review untuk anime romance tahun 2017, termasuk yang ini. Segitu sudah termasuk banyak bagi saya, dan mengejutkannya semua itu adalah anime romance yang termasuk sesuai dengan standar saya, cerita romance yang sederhana dengan artwork yang manis dan tidak berlebihan. Kini muncul satu lagi, dan anime ini bertema cinta pertama dengan karakter anak 3 SMP, ya kita bakal ngeliatin anak SMP pacaran, jangan bilang kalian tidak pernah merasa punya bara asmara saat SMP, karena saya yakin cerita mereka akan sangat relate dengan banyak anak remaja SMP, penuh kecanggungan.

get.jpg

Read the rest of this entry

[Review Anime] Itsudatte Bokura no Koi wa 10cm Datta (2017): Seri Romance Singkat dengan Cerita Simple dan Klimaks

Bagi yang ingin punya tontonan series tapi tidak ingin tersiksa dengan jumlah episode yang banyak, mungkin kalian bisa mencoba anime romance school satu ini. Cuma berjumlah 6 episode, yang awalnya cuma sekedar mencari tontonan menemani makan saya, ternyata berujung mendapatkan tontonan yang sangat menarik. Ceritanya cukup simple, tapi yang membuat saya bersyukur terdampar menonton ini adalah karena untuk pertama kalinya saya mendapatkan anime dengan tokoh utama background karakter filmaker. Tapi dengan berlatar SMA juga, maka tentu ekspektasi saya tidak begitu tinggi karena pasti yang akan disajikan hal-hal simple sesuai permasalahan remaja, dan yah akhirnya saya puas. Tambahan bonusnya, anime ini termasuk anime romance yang bagus.

Itsudatte-Bokura-no-Koi-wa-10-cm-Datta-06-Batch.jpg

Read the rest of this entry

[Review Indo-Seri] Buku Harian Nayla (2006) : Serba Mengalah Demi Kemasan Dramatisasi Opera Sabun

Berdasarkan pertimbangan nostalgia, dalam rangka mencoba mengenali serial televisi Indonesia yang (saya rasa kira-kira) berkualitas, saya merasa perlu menonton ulang Buku Harian Nayla. Dulu, saya merasa seri ini ok dan berdasarkan ingatan itu, saya rasa akan memasukannya dalam list proyek nonton serial Indonesia ini. Belakangan saya tahu mengenai isu plagiarism seri ini dengan dorama Jepang berjudul 1 Litre Of Tears dan jelas membuat saya kecewa sekaligus dilematis apakah layak untuk ditonton ulang kemudian di review, pantaskah nantinya untuk di apresiasi ? Yah setelah melewati proses berpikir yang cukup, rasanya saya akan memberikan kesempatan dengan pertimbangan yang akan saya nilai adalah eksekusi teknisnya, apakah sesuai ingatan nostalgia ataukah masih kualitas sinetron kebanyakan ? Dan juga penasaran dengan adaptasi budayanya. Yup, untuk sementara saya akan menganggap ini sebagai adaptasi, walaupun saya tahu secara etika seri ini sangatlah hancur, karena meskipun tanpa konfirmasi adaptasi resmi, mengubah “based true story” menjadi “just fiction story” benar-benar keterlaluan. Jadi, ya saya masih akan mencoba mengulas lagi dengan rasa respect yang tercederai di dalamnya.

959

Read the rest of this entry