Monthly Archives: November 2017

[Review Indo Movie] Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017): Varian Film Indonesia Keren Tentang Perempuan

Mohon maaf apabila saya harus membuka review film ini dengan membahas film lain dahulu. Bulan November ini saya sudah menargetkan bahwa tema bulan ini adalah superhero, tentunya karena bertepatan dengan begitu serempaknya film dan serial tv superhero yang rilis bulan oktober-november. Dengan itu, maka saya sudah memilih Thor: Ragnarok, Justice League, dan superhero Indonesia berjudul Valentine sebagai list wajib tontonan saya bulan ini. Tapi ternyata bulan ini ada banyak kejutan, kurangajar nih emang sineas Indonesia bikin film keren-keren kok di saat-saat kaya gini. Tercatat ada 3 film tambahan yang sedikit membuat dilematis pilihan tontonan saya, yaitu Posesif, My Generation, dan Marlina. Namun pada akhirnya saya mencoba tetap tidak bergeming melanjutkan pendirian menonton Thor dan Justice League, namun sedikit goyah untuk akhirnya mencicipi Posesif yang ternyata memang worth it. Separuh akhir laginya ada My Generation, Marlina, dan Valentine. Kraena saya punya keterbatasan dana menjelang akhir bulan, saya tidak bisa goyah lagi dan akhirnya memutuskan untuk menonton Valentine. Sayangnya, entah ada kendala apa, tiba-tiba Valentine di kota saya tenyata di hari ketiga, tepatnya pada hari Sabtu justru sudah ditarik dan saya langung lemas menyesal, tapi tidak sebegitunya karena memang saya Cuma punya waktu hari itu. Namun melihat daftar tayang saat itu, saya merasa agak terobati melihat Marlina ternyata masih mendapatkan jatah tayangnya dan memang tidak butuh waktu lama untuk menjatuhkan pilihan tontonan.

Yah.. dengan ini maka kelihatanlah kalau tampaknya Marlina terkesan Cuma jadi pilihan kedua saya. Tentu maksudnya bukan itu. Semenjak kemunculan beritanya mengenai berbagai penghargaan yang didapat Marlina di berbagai festival international, tentu saya juga sebenarnya amat penasaran. Cuma memang karena rilisnya ada di bulan dan bertepatan dengan film Indonesia keren lainnya, pilihan saya terpaksa harus “melukai” salah satunya. Yah..melukai? kayak penting amat posisi saya disini. Tapi yang jelas, saya jelas termasuk sangat beruntung berkesempatan menikmati film super ini, film yang unik dan fresh dalam genre perfilman Indonesia.

Screen Shot 2017-05-15 at 9.28.08 AM-thumb-860xauto-66671

Read the rest of this entry

Advertisements

[Review US Movie] Justice League 2017: Snyder, Whedon, WB ? Whatever… Bad Team-work Production

Puncak penantian awal DCEU sudah dimulai. Dengan berbagai cobaan dihadapi universe ini, mulai dari rating kejam yang berlebihan, serangan berbagai rumor berbagai media, ketidak jelasan proyek, hingga berbagai masalah internal, jelas nada pesimisme selalu menaungi universe ini. Dan kini semua itu kembali terulang. Entah saya bingung ada saja halangannya bagi DCEU menghasilkan film memukau. Dan selalu saja film dengan hasil seperti ini adalah film yang mempunyai konsep menarik tapi selalu terhalang di eksekusi. Saya cukup menyesali kenapa eksekusi kacau itu harus menimpa film dengan konsep menarik macam Batman vs Superman, Suicide Squad, dan kini Justice League.

Justice-League-2017-Poster-You-Can-t-Save-the-World-Alone-justice-league-movie-40583604-1500-500

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Marvel’s The Punisher (2017): Menghibur, MCU Series Mulai Bangkit

Entah ada apa dengan MCU divisi serial tahun ini. Sempat puas dengan penutup Agent Of SHIELD yang membuat saya agak optimis dengan berbagai proyek serial MCU tahun ini, saya justru dikecewakan secara tiga kali berturut-turut dengan Iron Fist, The Defenders, dan Inhumans. Karena tahun ini, kita bisa lihat kalau setinggi-tingginya Marvel Netflix menanjak, ternyata bisa jatuh juga. Kini, di akhir November, proyek ke 4 MCU series tahun ini muncul, yaitu The Punisher, bisakah menyelamatkan nada pesimisme saya tehadap serial-serial MCU?

1500x500

Read the rest of this entry

[Review Animated Series] Young Justice – Invasion (2012): Daya Tarik Baru, Evolusi Karakter

Season 2. Setelah sangat berhasil membuat saya terpukau di season pertamanya, tidak susah bagi saya untuk berkeinginan melanjutkan menonton season 2 dengan antusias. Kesan animated series dengan visual yang memanjakan mata dan eksekusi aksi terbaik (sejauh ini) yang pernah saya tonton, khsusunya animated superhero, belum lagi ditambah sesuatu yang jarang dimiliki serial animasi amerika, yaitu plot dan penulisan yang kompleks dan dewasa, sungguh animated series yang amat pantas untuk dinantikan. Jadi, bagiamana cerita mengenai sekumpulan superhero muda melanjutkan aksinya? Masihkah akan seputar pembuktian diri terhadap seniornya?

young-justice-invasion-cast-season-2

Read the rest of this entry

[Review Animated Series] Young Justice (2010) : Art-Work Animasi Superhero Paling Keren

Setelah terpesona dengan DCAU, saya sempat pesimis apakah DC bisa melampaui serial animasi legenda macam Batman TAS, Superman TAS, Batman Beyond, dan Justice League. Tentu bukan tanpa alasan salah satu karya Timm Bruce ini sampai dibuatkan Universe dan ternyata mampu menjaga kualitas tiap show nya yang bisa dilihat dari berbagai review yang bertebaran di internet. Lalu setelah DCAU, DC mau apa lagi di animasi? Ternyata DC masih bisa menjaga nama baiknya melalui Young Justice. Berbekal review-review di internet tentunya, saya membaca kalau serial ini begitu disambut dengan baik dengan begitu banyak impresi yang bagus, yang sayannya secara mengherankan serial ini Cuma bertahan 2 season. Tentu dengan pengalaman menonton Spectacular Spider-Man, jumlah season bukan patokan, apalagi dengan banyak review menarik.

94dc2453e4d0e7dc1c7d17a72454fe7373f0408399d4935ad60a8f009f71c39d

Read the rest of this entry

[Review Animated Series] The ZETA Project (2001-2002) : So Boring

Semenjak terpesona dengan DC Animated Universe, melalui Batman TAS dan Justice League, saya menjadi penasaran dengan produk DCAU lainnya. Setelah menonton dua animated series keren itu, saya pun penasaran dengan ke 4 produk sisanya, yaitu Superman TAS, Batman Beyond, Static Shock, dan The Zeta Project. Karena melihat Zeta Project tampakanya memiliki jumlah season dan episode yang agak bersahabat, jatuhlah pilihannya ke series ini.

zetaproject

Read the rest of this entry

[Review Animated Series] The Spectacular Spider-Man Season 2 (2009) : Kualitas Penulisan Yang Setara Serial TV

Setelah dikejutkan dengan kualitas yang ada di season sebelumnya membuat saya tidak perlu berpikir lama untuk melanjutkan ke season berikutnya. Berbagai kualitas yang didapat, mulai dari penulisan cerita, karakter, art work, aksi, yang menggambarkan bagaimana dunia Spider-Man dan Peter Parker jelas mendekati sempurna. Melihat bagaimana perkembangan karakter yang dialami Peter Parker dan para villainnya, saya benar-benar tidak tahu apa lagi yang akan diulas di season ini. Dan dengan ekspektasi yang tinggi, saya benar-benar berharap diikejutkan oleh season ke 2 nya yang sayangnya jadi season terakhir Spectacular Spider-Man ini.

4be810bc8314e

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Marvel’s Inhumans (2017) : Series Terjelek MCU, Melanjutkan Kutukan Season Perdana Marvel-ABC

Entah kata umpatan macam apa yang harus saya keluarkan. Serial yang termasuk dinanti-nantikan selama ini ternyata hasilnya sungguh amat sangat mengecewakan. Ada apa dengan MCU divisi tv tahun ini dengan Iron Fist yang ok memang kritiknya berlebihan tapi memang tidak memuaskan, sementara The Defenders anti klimaks, dan kini Inhumans … ah sudahlah, cuma tinggal The Punisher yang jadi penentu apakah MCU di tv akan kalah dari DC yang di tahun ini katanya serial-serialnya di Fox  bagus, ditambah Marvel Fox yang tahun ini amat luar biasa. Dengan buruknya performa Inhumans juga semakin menambah daftar serial-serial MCU di ABC yang mendapatkan review tidak memuaskan di tayangan perdananya, mengikuti jejak Agent Of SHIELD dan Agent Carter.

maxresdefault-7

Read the rest of this entry

[Review Animated Series] The Spectacular Spider-Man Season 1 (2008) : Adaptasi Animasi Terbaik Spider-Man

Ok, ini adalah animated series Spider-Man pertama yang saya tonton dan langsung mengklaim sebagai adaptasi terbaik ? Yah setidaknya saya sudah melihat beberapa cuplikan Ultimate Spiderman dan tidak begitu terkesan (meskipun seri ini sudah masuk waiting list) dan sementara yang banyak orang bilang sebagai animated series legenda, Spider-Man The Animated Series, saya belum punya sampai sekarang. Tapi meski begitu saya tetap merasa yakin ini adalah salah satu adaptasi animated terbaik meski belum berkesempatan menonton yang lainnya. Mau tahu alasannya ?

maxresdefault

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Stranger Things Season 2 (2017) : Berharap Lanjut Season

Saya rasa Stanger Things season 2 termasuk sebagai salah satu serial yang paling di antisipasi pada tahun ini setelah Game Of Thrones season 8. Jika kalian menonton season 1 nya tentu tidak mengherankan. Walaupun memang bagi saya, tensi dan hype nya sangat jauh kalau dibandingkan ke-intens-an GOT, tapi secara keseluruhan masih menarik bagi saya. Sebenarnya awal saya tertarik dengan seri ini agak salah ekspektasi, berharap dapat tontonan cerita supranatral urban legend macam Supernatural atau American Ghost Story, ternyata Stanger Things justru terasa lebih berasa mystery yang lebih condong ke sci fi ketimbang horror belum lagi ditambah stylenya ala Netflix yang sabar membangun cerita dengan tempo lambatnya, jelas sekali pada awalnya saya kurang begitu suka karena salah ekspektasi. Tapi, setelah let it go dan menikmati ceritanya, actually this series is pretty cool dengan latar 80-an dan karakternya yang ciamik dan menggemaskan. Jelas saya menyukai season 1 nya dan termasuk orang yang mengantisispasi season 2. Jadi bagiaman season 2 ?

strangerthings.0

Read the rest of this entry