Blog Archives

[Review US-Movie] Shazam! (2019): Pembuktian DC. Bisa Kelam, Bisa Cerah

Perlahan tapi pasti, DC mulai mendapatan kepercayaan penonton. Setelah bangkit dengan Aquaman, DC kembali mendapat sambutan baik melalui Shazam! Bagi saya pribadi, DCEU or WODC masih melanjutkan track positifnya dalam menggarap film solo. Setelah Man of Steel (Iya, MOS itu keren, ape lo), Wonder Woman, dan Aquaman, kini Shazam! Menjadi penegas bahwa DC memang bagus dalam menggarap film solo superhero. Namun melalui Shazam!, ini adalah proyek penting DC untuk menunjukan bahwa DC bisa bikin film superhero dengan bebas, mau itu serius dan kelam seperti citra DC selama ini, bisa juga bikin superhero yang fun, dan inilah dia, Shazam!

new-poster-for-shazam-asks-us-to-just-say-the-word-social

Read the rest of this entry

Advertisements

[Review US-Series] Titans (2018): Lebih Kelam dan Brutal, Tapi Tetap Standar Arrowverse

DC kembali menambah koleksi shownya, bahkan menambah universe baru. Setelah universe series animasi TimmVerse (yang tentunya sudah tamat), lalu universe movie animasi (DCAMU), World of DC atau DCEU, ArrowVerse, kini tambah 1 lagi. Entah apanamanya, tapi ini dari layanan streaming bernama DC Universe, khusus kepunyaan DC dan WB. Dan proyek perdananya adalah Titans, sebuah tim dari para remaja nerkekuatan super, kecuali Robin, karena dia, hmmm, He is Batman…..sidekick.

Titans-DC-Universe-Banner.jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Series] The Flash Season 4 (2017-2018): Lebih Fun

Season 3 ternyata berakhir menyebalkan untuk The Flash. Setelah paruh awal dengan pendekatan dark ke karakter Barry Allen sebenarnya cukup ok, satu-satunya yang menyebalkan yak arena Barry Allen meng Olver Queen kan diri, namun di paruh ke dua kucing-kucingan Savitar-Iris jadi menyebalkan terlalu repetitive. Entah karena merasa pendekatan kelam ke The Flash tidak berjalan baik atau bagaimana, di season ke 4 The Flash justru jadi jauh lebih cerah dan fun. Bahkan lebih fun dari pada season 1.

1508182906_429_the-flash-season-4.png

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Supergirl Season 3 (2017-2018): Kenapa Plot Supergirl Sulit Intens?

Supergirl telah mencapai season 3, dan di Arrowverse season 3 adalah kutukan. Arrow menurun setelah 2 season yang hebat. The Flash juga mengalami hal yang sama, bahkan anjlok signifikan dibanding 2 season awal, lalu bagaimana Supergirl? Saya sebenarnya cukup optimis dengan Supergirl. Karena, 2 season awal Supergirl masih terbilang medioker tak sehebat Arrow dan The Flash. Jadi, rasanya Supergirl tidak punya beban akan perbandingan dengan season sebelumnya, ditambah memang masih banyak ruang untuk berkembang.

maxresdefault (2).jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Movie] Aquaman (2018): Megah, Film DC Paling Menghibur

Ada banyak alasan untuk ragu pada film live action DC di dekade ini. Sempat yakin akan kebangkitan melalui Wonder Woman, Justice League justru memberikan kekecewaan yang membuat nama DC di jagat perfilman mendapat citra kurang baik. Jadi wajar, Aquaman diliputi rasa was was menjaga ekspektasi.  Tapi saya sebetulnya tidak merasa begitu pesimis karena beberapa faktor. Pertama, DCEU sejauh ini selalu berhasil memuaskan saya di proyek film solo, tidak sehancur film assemble. Kedua, sejak di Justice League, saya berhasil tertarik pada Aquaman akan aksinya di bawah laut. Dan ternyata benar, film ini sukses di konteksnya tersendiri, sangat menghibur.

disbthzxkair9p.jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Arrow Season 6 (2017-2018): Get My Trust Back

Buat saya, season terbaik Arrow adalah antara season 1 dan 2, personally saya lebih suka yang pertama. Dan semenjak saat itu hingga kini, belum ada yang menyamai level 2 season ini. Season ketiga bagi saya masih menghibur, walau ya menurun memang,  tapi season 4 benar-benar jadi titik terendah Arrow dan membuat citra Arrowverse jadi dianggap remeh. Damien Dhark yang membosankan, Felicity yang annoying, cast semakin banyak, dan pola cerita yang sama membuat season ini sangat membosankan, puncaknya adalah kematian Laurel yang banyak membuat marah penonton, dimana selama ini karakternya belum dihormati sepanjang serial ini berlangsung. Season 5 jelas sekali ada upaya perbaikan. Hasilnya memang membaik, sayangnya selain villain yang keren, yah Adrian Chase adalah villain terbaik Arrow, tapi selain itu tetap masih banyak masalah, mulai dari masalah berjubelnya cast yang membuat karakterirasasi, sub plot, hingga koreo fight jadi membingungkan, atau.. bisa jadi saya yang bosan pada formatnya. Perbaikan di season 5 tidak membuat saya terlalu berekspektasi di season 6, dan entah apa ekspektasi itu ada pengaruhnya, tapi saya merasa season 6 bisa dianggap sebagai salah satu season terbaik Arrow. Yes !!! Arrow great again, serial ini berhasil membuat saya kembali menyukai Green Arrow.

hSidSyz.jpg

Read the rest of this entry

[Review Animated Series] Batman Beyond (1999-2001): Evolusi Sajian Aksi di DCAU

Batman TAS sudah, Superman TAS sudah, Justice League sudah, The Zeta Project sudah, next Batman Beyond. Saya sangat bersemangat mengikuti serial ini, bagaimana tidak, simak sinopsisnya, bertempat di dunia yang sama dengan Batman TAS, di masa depan dimana Bruce Wayne sudah pensiun menjadi Batman, para villain ikonik di Gotham sudah entah kemana, kemudian muncul pemuda bernama Terry McGinnis yang meneruskan warisan Batman dengan para villain baru. Ini adalah sebuah tantangan bisakah meneruskan cerita Batman, tanpa dua factor penting, Batman original dan para villainnya ?

batman_beyond_by_ekaleva-d5cqpfp.jpg

Read the rest of this entry

[Review Animated Series] Superman The Animated Series (1996-2000): Pendekatan Berbeda Dengan Hasil Kesan Yang Sama

Melanjutkan ke-kepo-an saya terhadap DCAU, setelah menonton secara random tak berurutan dari Batman TAS, Justice League dan JLU, hingga The ZETA Project, kini akhirnya saya menonton Superman TAS. Dalam berbagai artikel soal list superhero animated superhero terbaik, Superman memang tidak pernah melebih raihan Batman dan Justice League, tapi serial ini selalu hadir dalam list itu meski rangkingnya agak terpisah jauh dari 2 show lainnnya. Tandanya, Superman masih mempunyai suatu hal yang worth it untuk ditonton, namun tentu saya juga jadi punya ekspektasi yang biasa-biasa saja melihat rank nya. So, how this series going ?

superman-tas1.jpg

Read the rest of this entry

Review Mid Season Arrowverse 2017 & Crisist On Earth X Episode  – Supergirl Season 3, Arrow Season 6, Legend Of Tomorrow Season 3, The Flash Season 4

Saya sejujurnya mulai kehilangan keyakinan pada Arrowvere. Jenuh dengan formulanya jadi alasan utama, tapi alasan itu diperpearah dengan penutup season lalu memang rata-rata buruk (kecuali Arrow). Tapi pada dasarnya saya memang menyukai superhero, jadi meski dengan antusias yang berkurang drastis, saya pun agak ogah-ogahan tanpa hype apapun memulai show season terbaru ini. Jadi langsusng saja, impresi singkat mengenai ke 4 show Arrowverse season ini beserta review khusus Crossover eventnya.

wxhsm2bm3hsirm7dtahm.png

Read the rest of this entry

[Review US Movie] Justice League 2017: Snyder, Whedon, WB ? Whatever… Bad Team-work Production

Puncak penantian awal DCEU sudah dimulai. Dengan berbagai cobaan dihadapi universe ini, mulai dari rating kejam yang berlebihan, serangan berbagai rumor berbagai media, ketidak jelasan proyek, hingga berbagai masalah internal, jelas nada pesimisme selalu menaungi universe ini. Dan kini semua itu kembali terulang. Entah saya bingung ada saja halangannya bagi DCEU menghasilkan film memukau. Dan selalu saja film dengan hasil seperti ini adalah film yang mempunyai konsep menarik tapi selalu terhalang di eksekusi. Saya cukup menyesali kenapa eksekusi kacau itu harus menimpa film dengan konsep menarik macam Batman vs Superman, Suicide Squad, dan kini Justice League.

Justice-League-2017-Poster-You-Can-t-Save-the-World-Alone-justice-league-movie-40583604-1500-500

Read the rest of this entry