Category Archives: Baca’an

Berbagai konten soal bacaan (komik, novel, cerpen, puisi, dll) mulai dari review, impresi, hingga buatan sendiri

[Review Webtoon] My Pra-Wedding: Rom-Com Menggemaskan

Saya memang akhir-akhir ini sedang mencoba menikmati webtoon semenjak kemunculan film Terlalu Tampan, sungguh sangat telat untuk mencoba. Jadi, ketimbang mengincar judul-judul baru, saya mencoba untuk mencoba judul-judul legendaris dan webtoon yang akan saya review ini salah satunya. My Pre-Wedding merupakan webtoon buatan Annisa Nifsihani, dan webtoon ini terbilang popular dan punya banyak basis penggemar, jelas ini menarik pehatian saya.

9925355_201809280511260757.jpg

Read the rest of this entry

[Review Webtoon] Terlalu Tampan: Pede Dengan Komedi Absurdnya

Film Terlalu Tampan sudah dirilis pada akhir Januari 2019. Sebenarnya seblum menonton film itu, saya sudah membaca webtoonya terlebih dahulu, dan memang saya membacanya karena dipicu berita rilis filmya. Dan akhirnya, saya tahu kenapa webtoon ini melegenda.

line-webtoon_20170718_155523.jpg

Read the rest of this entry

[Review Webtoon] Virgo and The Sparkling: Formula Basic dengan Pengembangan yang Menarik

BumiLangit tidak hanya mempublikasikan karyanya lewat Facebook. Virgo adalah satu-satunya karya sejauh ini yang diterbitkan di webtoon. Sebenarnya saya sudah tau sejak lama, tapi karena tidak begitu impress saat pertama membaca maka saya tidak tertarik. Lalu kenapa akhirnya saya membaca? Secara kebetulan, saya menemukan komik cetak Virgo di Gramedia. Sebenarnya agak gatal ingin membeli, hitung-hitung mempebanyak koleksi komik local. Tapi sebelum membeli, karena merasa tidak ingin rugi, sayapun membaca kembali webtoonnya secara full. Hasilnya, saya tidak ragu akhirnya untuk membeli edisi cetaknya, buku BumiLangit ketiga setelah 2 komik Si Buta dari Gua Hantu.

virgo-2-681x352.jpg

Read the rest of this entry

#ImpresiNovel: Rumah Kaca [Pramoedya Ananta Toer]: Pangemanann dengan 2 n yang Penuh Omong Kosong

Selesai sudah perjalanan saya membaca tetralogi novel paling popular dari Pramoedya. Rumah Kaca menjadi karya terakhir dari serangkaian kisah setelah Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, dan Jejak Langkah. Berbeda dari novel-novel sebelumnya yang menggunakan Minke sebagai tokoh utama, di buku ke-empat  ini sudut pandangnya berubah ketika Pangemanann dengan 2 n mengambil alih narasi. Tentu ada kekecewaan karena tidak tercapainya ekspektasi tertentu, tapi jika objektif dan sudah berdamai dengan semua itu, maka pergantian sudut pandang ini adalah sesuatu yang menarik. Rumaj Kaca memang tidak seseru novel sebelumnya, tapi sebagai satu kesatuan, jelas sekali bahwa tetralogi ini memanglah sebuah masterpiece, sebuah karya untuk mengenal bangsa sendiri.

img0014-2-3.jpg

Read the rest of this entry

#ImpresiNovel: Jejak Langkah [Pramoedya Ananta Toer]: Pencarian Konsep Nasionalisme Indonesia

Setelah Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa, saya langsung meneruskan ke buku ketiganya, Jejak Langkah. Disini Minke menjalankan kehidupan barunya. Surabaya, Wonokromo, B, semua yang ada di Jawa Timur ditinggalkannya. Jadi, kita sudah akan sangat jarang melihat Mama, Jean, hingga Darsam. Minke pindah ke Betawi, memulai petualangan barunya, menerima nasibnya yang selalu didorong orang disekitarnya untuk menjadi pembesar bangsa, pengangkat derajat pribumi di era kolonial. Dan salah satu cara Minke mewujudkan itu dengan meneruskan sekolahnya di STOVIA, sekolah kedokteran di Betawi.

JEJAK-LANGKAH-edit__w200_hauto

Read the rest of this entry

#ImpresiNovel: Anak Semua Bangsa [Pramoedya Ananta Toer]: Membangkitkan Kesadaran Nasionalisme dengan Cara Unik

Anak Semua Bangsa merupakan novel kedua dalam Tetralogi Buru karya Pramoedya setelah Bumi Manusia. Buku ini sudah saya beli berbulan-bulan lalu, tapi baru kali ini saya membacanya. Bukan karena malas, saya sudah membacanya saat lalu, tapi mood saya langsung hancur berantakan. Gara-garanya Bab 2 yang membuat saya patah hati bahkan sempat membenci buku ini. Setelah urusan skripsi saya kelar, sebuah agenda wajib menuntaskan Tetralogi Buru, mengumpulkan tekad untuk menghadapi kenyataan yang disajikan Pram di buku keduanya. Saya baca lagi dari awal Bumi Manusia, mengumpulkan mood, mempersiapkan kenyataan pahit untuk melalui buku keduanya, Anak Semua Bangsa, dan hasilnya, ternyata sama-sama masterpiece.

9789799731241.jpg

Read the rest of this entry

#ImpresiNovel: Bumi Manusia [Pramoedya Ananta Toer]: Masuk ke Dunia Kolonialisme, Penggambaran Era Melalui Kisah Roman(sa)

Pramoedya Ananta Toer adalah nama besar dalam dunia sastra yang bukan hanya bagi Indonesia, tapi mungkin juga dunia. Sosoknya kompleks penuh cerita yang entah diistilahkan menginspirasi atau malah kontroversi, dipenjara berkali-kali di 3 era yang berbeda (Kolonial Belanda, Orde Lama, dan Orde Baru) menjadi salah satunya buktinya. Tapi disini tak usah kita berbicara mengenai Pram itu sendiri, mari kita bicara soal karyanya. Bumi Manusia yang menjadi awal dari rangkaian Tetraloginya menjadi karya yang paling terkenal dari seorang Pram, itulah yang akan saya bahas. Saya sendiri membaca buku ini tanpa tahu menahu soal siapa itu Pram. Pertemuan saya dengan buku ini terjadi begitu saja. Bahkan, saat itu saya masih asing dengan bacaan novel, dan Bumi Manusia merupakan novel kedua yang saya baca seumur-umur. Novel ini sudah lama saya baca, jauh sebelum pengumuman akan dibuatkan filmnya oleh Hanung. Baru-baru ini saya akhirnya berkesempatan membeli lanjutannya, Semua Anak Bangsa, sayang saya lupa tokoh-tokohnya dan pembukanya cukup membuat patah hati. Sempat hilang minat melanjutkan lama, saya akhirnya memutuskan membaca ulang Bumi Manusia demi menyusun ulang wawasan dunia novel ini sekaligus membangun ulang mood untuk marathon membaca Tetralogi ini.

9789799731234.jpg

Read the rest of this entry

[Review Komik] Aquanus Seri 2: Terganggu Crossover, Padahal Menarik

Dari semua proyek revolusi, Si Buta adalah favorit. Tapi selain Si Buta yang punya masanya sendiri, Revolusi juga puny a proyek yang berlatar di tahun yang sama, yaitu Aquanus, Maza, dan Sri Asih. Dari ketiga itu, Aquanus adalah favorit saya. Memulai seri pertamanya dengan epic, baik dari segi cerita maupun eksekusi origin story yang menarik. Aquanus berhasil membuat saya peduli dan kenal pada sosok Dhanus Jr begitupun dengan world building soal kekuatan Aquanus, sesuatu yang tidak (atau belum) di eksekusi dengan baik oleh Maza dan Sri Asih. Dan jelas, selain SI Buta, Aquanus adalah komik BumiLangit yang saya nantikan.

27973369_1534528906595842_4560277701536790354_n

Read the rest of this entry

[Review Komik] Revolusi Maza – Prince of Dream Seri 2: Plot Menarik dan Berkenalan Sedikit Lebih Dekat dengan Imaji

Semenjak membaca Sri Asih, entah pandangan saya soal Maza seri pertama berubah, lebih mengapresiasi. Awalnya yang merasa pengenalan Maza kurang, justru merasa cukup karena porsinya dibagi dengan Karin, setidaknya saya mengenal system kerja Imaji bertarung bersama Kartubi. Walau bagaimanapun, saya masih menuntut bagaimana komik Maza lebih memperkenalkan dirinya pada saya. Mulai dari Imaji, hingga world building nya.

28379148_1549248495123883_955359110919969749_n

Read the rest of this entry

[Review Komik] Revolusi Si Buta Dari Gua Hantu – Sapu Jagat: Sekali Lagi, Punya Villain yang Sangat Menarik

BumiLangit tampaknya selalu serius, totalitas, dan berhati-hati dalam menggarap Si Buta. Tentu saja wajar, Si Buta adalah karakter ikonik yang sudah sangat sah dibilang sebagai salah satu ikon pop kultur di Indonesia. Jadi jelas beban yang ada dalam menggarap proyek Revolusi untuk Si Buta amat sangat diperhatikan. Dan hasilnya, di seri pertamanya yang berjudul Mata Malaikat terasa sangat memuaskan dan saya amat sangat menantikan lanjutan ceriitanya.

24774734_1469509966431070_8154863341776387234_n

Read the rest of this entry