Blog Archives

[Review US-Series] The Flash Season 4 (2017-2018): Lebih Fun

Season 3 ternyata berakhir menyebalkan untuk The Flash. Setelah paruh awal dengan pendekatan dark ke karakter Barry Allen sebenarnya cukup ok, satu-satunya yang menyebalkan yak arena Barry Allen meng Olver Queen kan diri, namun di paruh ke dua kucing-kucingan Savitar-Iris jadi menyebalkan terlalu repetitive. Entah karena merasa pendekatan kelam ke The Flash tidak berjalan baik atau bagaimana, di season ke 4 The Flash justru jadi jauh lebih cerah dan fun. Bahkan lebih fun dari pada season 1.

1508182906_429_the-flash-season-4.png

Read the rest of this entry

Advertisements

[Review US-Series] Supergirl Season 3 (2017-2018): Kenapa Plot Supergirl Sulit Intens?

Supergirl telah mencapai season 3, dan di Arrowverse season 3 adalah kutukan. Arrow menurun setelah 2 season yang hebat. The Flash juga mengalami hal yang sama, bahkan anjlok signifikan dibanding 2 season awal, lalu bagaimana Supergirl? Saya sebenarnya cukup optimis dengan Supergirl. Karena, 2 season awal Supergirl masih terbilang medioker tak sehebat Arrow dan The Flash. Jadi, rasanya Supergirl tidak punya beban akan perbandingan dengan season sebelumnya, ditambah memang masih banyak ruang untuk berkembang.

maxresdefault (2).jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Arrow Season 6 (2017-2018): Get My Trust Back

Buat saya, season terbaik Arrow adalah antara season 1 dan 2, personally saya lebih suka yang pertama. Dan semenjak saat itu hingga kini, belum ada yang menyamai level 2 season ini. Season ketiga bagi saya masih menghibur, walau ya menurun memang,  tapi season 4 benar-benar jadi titik terendah Arrow dan membuat citra Arrowverse jadi dianggap remeh. Damien Dhark yang membosankan, Felicity yang annoying, cast semakin banyak, dan pola cerita yang sama membuat season ini sangat membosankan, puncaknya adalah kematian Laurel yang banyak membuat marah penonton, dimana selama ini karakternya belum dihormati sepanjang serial ini berlangsung. Season 5 jelas sekali ada upaya perbaikan. Hasilnya memang membaik, sayangnya selain villain yang keren, yah Adrian Chase adalah villain terbaik Arrow, tapi selain itu tetap masih banyak masalah, mulai dari masalah berjubelnya cast yang membuat karakterirasasi, sub plot, hingga koreo fight jadi membingungkan, atau.. bisa jadi saya yang bosan pada formatnya. Perbaikan di season 5 tidak membuat saya terlalu berekspektasi di season 6, dan entah apa ekspektasi itu ada pengaruhnya, tapi saya merasa season 6 bisa dianggap sebagai salah satu season terbaik Arrow. Yes !!! Arrow great again, serial ini berhasil membuat saya kembali menyukai Green Arrow.

hSidSyz.jpg

Read the rest of this entry

Review Mid Season Arrowverse 2017 & Crisist On Earth X Episode  – Supergirl Season 3, Arrow Season 6, Legend Of Tomorrow Season 3, The Flash Season 4

Saya sejujurnya mulai kehilangan keyakinan pada Arrowvere. Jenuh dengan formulanya jadi alasan utama, tapi alasan itu diperpearah dengan penutup season lalu memang rata-rata buruk (kecuali Arrow). Tapi pada dasarnya saya memang menyukai superhero, jadi meski dengan antusias yang berkurang drastis, saya pun agak ogah-ogahan tanpa hype apapun memulai show season terbaru ini. Jadi langsusng saja, impresi singkat mengenai ke 4 show Arrowverse season ini beserta review khusus Crossover eventnya.

wxhsm2bm3hsirm7dtahm.png

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Arrow Season 5 (2016-2017) : Am I Getting Bored ?

Arrow memasuki musim ke 5 nya tahun ini dan banyak yang menganggap, termasuk saya, bahwa semakin bertambahnya angka season, kualitas Arrow semakin memburuk. Dengan anggapan itu pula lah saya punya ekspektasi rendah terhadap season ini. Setelah berhasil memukau di season 1 dan 2, kualitas Arrow terjun bebas di season 3 dan 4 yang saya rasa penyebabnya adalah flashback yang semakin ngaco, koreo adegan fight yang semakin payah, dan kualitas dialog ala Opera Sabun. Lalu bagaimana dengan season 5 ? Katanya sih kualitasnya kembali. Ah masa ?

Arrow-Season-5-Poster

Read the rest of this entry

[Review US-Series] The Flash Season 3 (2016-2017) : Musim Yang Depresi Untuk Barry Allen

Season ke dua The Flash bagi saya adalah salah satu season hebat di serial Superhero. Meskipun bukan yang terbaik tapi season 2 The Flash patut disejajarakan dengan Arrow Season 1, Agent of Shield Season 2, Jessica Jones season 1, dan Daredevil season 2. Alasannya, meski pun bukan termasuk serial dengan plot rumit, tapi twist dan rasa terror yang diberikan villainnya jadi kelebihan The Flash season 2. Dibalik suatu kehebatan ada kehawatiran di baliknya, dengan kualitas season 2 itu, bagaimana dengan season 3 ? Tentu banyak orang punya ekspektasi besar, tapi saya tidak. Berkaca pada Arrow dan kebanyakan serial-serial Amerika, season 3 adalah titik balik menadi suatu antiklimaks, jadi tentu saya tidak akan berharap terlalu banyak.

The-Flash-Once-and-Future-Flash-Savitar-Poster

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Supergirl Season 2 (2016-2017) : The Cutest DC-CW Series Ever ?

Sebelum di mulainya season 2, Supergirl sudah disibukan dengan perpindahan penayangan dari stasiun tv CBS menuju CW. Menarik melihat bagaimana CW mengururs Supergirl dimana sebelumnya CW sudah sangat berpengalaman membuat serial superhero adaptasi karakter dari DC Comic seperti Smallville, Arrow, The Flash, dan Legend of Tomorrow. Hal lain yang menarik dan ditunggu adalah melihat bagaimana Supergirl akan masuk ke Arrowverse dan memperkenalkan dirinya dihadapan Oliver Queen, Cisco, Sara Lance, dkk. Review singkat saja untuk season sebelumnya dimana saya merasa Supergirl season sebelumnya menurut saya bukanlah serial yang menarik dengan plot yang biasa, villain yang tidak begitu meneror, juga intensitas plot utama melawan villainnya juga sangat kurang menurut saya, dan tentunya penggunaan visual effect dan special effect yang masih kurang dibeberapa tempat, khususnya desain karakter beberapa villain yang masih terlihat low budget. Dengan kesan saya yang seperti itu, tentu saya sangat antusias menanti bagaimana CW membenahi semua itu.

superman-supergirl

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Smallville 2001-2011 : Kisah Drama Remaja Menggemaskannya Superman Muda

Saya rasa acara Smallville cukup popular di Indonesia meskipun jelas jumlah orang yang belum tahu lebih berkali lipatnya. Smallville sendiri merupakan sebuah serial mengenai masa remaja Clark Kent sebelum dia menjadi Superman, dan Smallville sendiri adalah nama sebuah desa fiksi dimana Clark Kent mengisi masa mudanya. Jika kalian yang sudah terbiasa menikmati sajian serial superhero saat ini, maka saya perlu mengingatkan kalian untuk mengendalikan ekspektasi. Karena Smallville sangat berbeda dibanding serial superhero saat ini yang sangat mengedepankan aksi, karena Smallville ini sajiannya sangatlah drama.

Seperti yang saya bilang, Smallville pada dasarnya hanya lah sebuah kisah dari Clark Kent di masa remajanya, jadi bisa kita anggap serial ini adalah serial yang membahas kehidupan remaja dan keluarga yang kebetulan tokoh utamanya alien dari Krypton. Seperti halnya drama remaja, kita akan disuguhi sebuah cerita ringan seperti Cinta, usaha PDKT, keinginan untuk popular di sekolah, persahabatan, dan tentunya keluarga. Kita akan melihat bagaimana Clark yang pemalu mencoba mendekati cinta pertamanya, Lana Lang, bagimana tentang kisah persahabatannya dengan Pete Ros dan Chloe Sullivan, dan hangatnya keluarga Kent. Namun tetap tidak lupa kita juga akan menemani perjalanan Kent mendapatkan kekuatan Superman secara bertahap seperti x ray vision, super hearing, super vision, super speed, namun tetap pobia untuk terbang. Dan bagian menariknya adalah mengenai bagimana perjalanan Clark dan Lex Luthor yang awalnya sahabat berakhir jadi rival abadi.

Cast-of-Smallville-smallville-34487_1024_768_(1)

Read the rest of this entry

[Review US-Series] DC Legends Of Tomorrow Season 2 (2016-17) : Ada Perkembangan Tapi Masih Mengecewakan

Legends Of Tomorrow (Selanjutnya disebut LoT) di season pertamanya merupakan show terburuk yang pernah di garap DC-CW. Karena itu di season keduanya, LoT jelas punya banyak PR untuk membenahi kualitasnya. Pada awal kemunculannya, series ini membangun hype yang luar biasa bagi para penggemar superhero khususnya para penggemar Arrow dan The Flash dimana beberapa karakter superhero dari kedua show itu berkumpul bersama, sayangnya LoT tidak bisa memanfaatkan itu yang menurut saya penyebabnya ada pada konsepnya, perjalanan waktu, nanti akan dibahas lebih jauh.

Untuk konteks kelompok superheo, rasanya Marvel lebih punya nama sebut saja The Avengers, The Defenders, SHIELD, X-Men, Fantastic 4, hingga Inhuman. Sementara DC ? Sejauh yang saya tahu hanya Justice League dan pasukan juniornya itu pun entah mana yang Teen Titan mana yang Young Justice. Jadi harusnya show ini bisa membuat kelompok superhero DC agar diketahui dan diidolakan bertambah. Sayang, Legends tak mampu mengesankan saya dan ogah mengidolai mereka.

egCJy

 

Read the rest of this entry