[Review Anime] Major Season 2 (2005-2006): Cerita Lebih Fokus , Tapi Tokoh Utama Menyebalkan

Major S1 sangat memuaskan, khsusnya sentuhan dramanya dengan world building dan ruang lingkup yang cukup luas. Ending season 1 berhasil membuat saya penasaran pada season 2. Tapi begitu mengejutkannya bahwa tokoh utama kita, Goro Honda, yang kini sudah bergantu nama menjadi Goro Shigeru, mengatakan tidak lagi bermain baseball karena cedera. Awal yang cukup menarik untuk memulai.

major 1.jpg

Setelah Goro tiba-tiba meninggalkan Mifune, meninggalakan teman-temannya seperti Komori, Shimizu, dan Sawamura. 4 tahun berselang, Goro tiba-tiba kembali dan masuk ke SMP yang sama dengan Komori, Shimizu, dan Sawamura. Menarik melihat bagaimana banyak hal berubah dalam 4 tahun. Komori tetap bermain bisbol, Shimizu menjadi pemain softball, Sawamura meninggalkan bisbol untuk kemudia masuk ke Sepak Bola, dan Goro justru berhenti dari bisbol. Saya menyukai ide awalnya, untuk Goro, jelas ada caranya untuk kembali, tapi yang paling saya suka adalah bagaimana Sawamura di season ini sudah menjadi karakter yang tidak begitu penting, cukup realistis. Pada akhirnya Goro dan Komori membangun kembali tim bisbol yang cukup berantakan menjadi kembali bangkit.

Season kali ini menawarkan hal yang berbeda dari season sebelumnya. Dengan cerita yang lebih focus, aspek drama meski cukup kental tapi persoalannya lebih dijaga oleh konteks, sehingga aspek drama tidak terasa kental. Pada akhirnya focus cerita season 2 ini adalah mengenai Goro dan Toshi, teman masa kecilnya dulu. Saya menyukai ide Toshi menjadi karakter yang sangat penting di season ini, karakter penting ke 2 setelah Goro. Meski awalnya bercerita soal turnamen SMP dengan Goro dan Komari membangkitkan kembali timnya, pada akhirnya cerita akan  berfokus pada ikatan Goro dan Toshi. Semenjak melihat pertemuan pertama mereka di season satu hingga akhirnya bagaimana takdir mereka melaju, saya berharap melihat Goro dan Toshi menjadi satu tim, dan itu terjadi saat mereka merencanakan karir bisbol di jenjang SMA. Menariknya konflik Goro dan Toshi ini karena kehadiran Komori, meski Cuma sedi8kit bagian saja.

Satu-satunya drama saya pikir Cuma mengarah pada Toshi saja. Toshi benar-benar jadi karakter yang paling bersinar. Saya bersimpati serta bagaimana cerita membuatnya terlihat sebagai pemain yang luar biasa. Belum lagi perasaannya yang complicated terhadap Goro.

Sementara Goro  justru menjadi karakter yang annoying. Sebenarnya sepanjang season tidak begitu terasa. Tapi ketika mengetahui bagaiamana arah Goro di akhir cerita, barulah saya berpikir Goro sebagai karakter yang sangat menyebalkan sepanjang season. Goro pernah cedera, tapi saya merasa aneh melihat Goro tidak belajar dari pengalamannya, seolah-olah cedera itu hanya tempelan saja untuk membuat cerita bermuali dari titik yang menarik, karena cedera benar-benar tidak mempengaruhi pengembangan karakternya. Goro juga menjadi pemain yang egois dimana dia selalu menganggap dirinya sebagai pusat akan segala sesuatunya. Entah apa ini Cuma interpretasi saya, tapi Goro benar-benar menyebalkan, apalagi melihat pengambilan keputusannya di akhir cerita yang motivasinya sendiri entah tidak rasional untuk ukuran anime yang cukup rasional dan realistis. Sisi menyebalkan Goro malah semakin membuat saya semakin bersimpati pada Toshi, dia karakter yang paling kasihan, dan saya pun jadi merasa bahwa Goro sangat egois.

Aspek dramanya hanya Toshi yang kuat, tapi itu dieksekusi dengan baik, bahkan lebih baik dari season 1. Seperti yang saya bilang, ceritanya berfokus, tidak seperti season 1 yang cukup kompleks.  Cerita cukup konsisten berfokus pada ikatan Goro dan Toshi, mulai dari turnamen SMP hingga seleksi masuk tim bisbol sekolah SMA Kaidou. Tempo cerita cukup cepat, meski cukup bermasalah diawal yang terkesan ngebut dengan membuat konklusi beberapa konflik Cuma terkesan sepele dan mudah. Aspek bisbolnya juga lebih kental daripada season 1. Yup, kita akan disuguhi pertandingan yang menarik, meski mengandalkan pertandingan-[ertandingan dramatis.

Secara cerita, season 2 lebih dewasa daripada season 1. Ada cerita soal internal SMA Kaidou yang menarik dimana semua pihak salah, dan semua pihak juga ada benarnya. Konflik tersebut cukup menarik dan menanti bagaimana jalan keluarnya sembari mendukung Goro. Tapi Sayang, Goro semakin menjadi karakter yang menyebalkan.

Secara teknis, season 2 banyak kemajuan. Animasi berkembang, scoring music jauh lebih baik meski salah satu instrumentalnya terasa mirip dengan lagu era 2000an yang saya juga lupa judulnya tapi memang enak didengar dibanding season sebelumnya, plot bisbol yang mendominasi,banyak karakter yang menarik, plot romance juga cukup, hingga cerita yang focus dimana bahkan secara keseluruhan cerita season ini juga sangat baik yang sayangnya hanya dicederai betapa menyebalkannya karakter Goro, oh dan satu lagi aspek minus, tempo cepat diawal. Sisanya, saya merasa season ini lebih menyenangkan dari sebelumnya secara aspek bisbol.

About osyad35

Hai...

Posted on October 25, 2018, in Tontonan, TV Series and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: