Blog Archives

[Review Indo-Movie] Yowis Ben 2 (2019): Film Kejar Setoran

Yowis Ben tahun kemarin termasuk memuaskan buat saya. Saat mendengar kabar sekuel, jujur saja saya tidak begitu antusias karena beberapa alasan. Pertama, Yowis Ben memang terlihat cerita kelar 1 film karena endingnya memang tampak taka da rencana sekuel. Kedua, dengan dijadikan sekuel, justru ngerasa ending film pertama jadi sangat disayangkan. Saya berpikir Yowis Ben pertama akan terasa sangat keren apabilan Bayu dan Susan dibuat bad ending dengan cerita murni soal persahabatan, endingnya akan terasa tidak mainstream tapi terlihat realistis. Melihat trailer Yowis Ben 2, dengan plot yang sudah bias dipampang, beneran saya ngerasa ending film pertama harusnya gitu biar ga menghabiskan durasi di film kedua, langsung starter poin karakter Bayu sudah mapan. Pada akhirnya saya memang pesimis dengan sekuelnya, selain karena memang terlihat diasa-adakan, tidak sesuai kebutuhan, melihat lapisan konfliknya pun tampak ambisius, jadi bagaimana hasilnya?

Film-Yowis-Ben-2.jpg

Read the rest of this entry

Advertisements

Selamat Hari Musik Nasional! Inilah 7 Film Musik Terbaik Indonesia

9 Maret ditandai oleh Indonesia sebagai Hari Musik Nasional. Dalam rangka memperingati hari musik nasional, saya mencoba memberi rekomendasi daftar film tentang musik terbaik di Indonesia. Film mengenai musik atau bertemakan musik di Indonesia memang belum begitu banyak. Kebanyakan film musik dari segi komersil yang menguntungkan hanya film-film yang diangkat dari band atau musisi aslinya yang kebetulan sedang beken, tercatat beberapa nama yang pernah diangkat adalah Slank, Coboy Junior, JKT 48, Wali, Kotak, hingga SKJ. Sayangnya kebanyakan dari mereka Cuma terlalu memanfaatkan nama besarnya tanpa berusaha membuat film dengan baik. Ada juga beberapa film biografi seperti Chrisye dan Wage, sayangnya ketimbang fokus mengulik soal musikalitas tokohnya, filmnya lebih sering berfokus mencitrakan dirinya, alias lebih berusahan membuat film biography ketimbang memanfaatkan namanya untuk membuat film biografi mengenai musiknya.

ebed4c18-71cc-4694-8454-f96d91175153.jpg

Read the rest of this entry

[Review Indo-Movie] Yowis Ben (2018): Akhirnya Indonesia Punya Film Musik Keren Lagi

Setelah film Garasi, saya terus saja gagal dipuaskan saat menonton film yang berbau musik. Untuk Musikal mungkin pengecualian, tetapi kadang saya suka jengkel dengan perkembangan genre film musik di Indonesia, sudah filmnya jarang, sekalinya ada tidak sesuai ekspektasi. Disaat film biography musisi mulai dari diva, band, hingga boyband terlalu fokus mencitrakan pribadi atau grupnya dan kerap melupakan pencitraan dari sisi kemampuan musikalitas tokohnya, film musik lain ternyata cuma bermodalkan formula yang sama tanpa punya kematangan cerita, kreativitas mengemas klise, dan mengharmoniskan sisi musikalitasnya. Kemudian muncul lah Yowis Ben yang di ciptakan youtuber kondang asal Jawa Timur membawa ide yang klise namun fresh. Tai kucing dengan isu penggunaan Bahasa, film ini terlalu berkelas untuk ditutupi dengan isu suku, khususnya Bahasa, sampai-sampai lupa ini adalah film musik yang sudah dinanti-nantikan, setidaknya buat saya.

yowis-ben2-1024x575.jpg

Read the rest of this entry