Blog Archives

[Review Indo-Movie] Mantan Manten (2019): Punya Sesuatu yang Baru Untuk Ditawarkan

Film ke 3 Visinema tahun ini, Mantan Manten, jadi film Visinema yang tidak begitu hype buat saya. Setelah sukses dengan Keluarga Cemara, lalu mencoba komedi absurd melalui Terlalu Tampan, Visinema menawarkan Mantan Manten yang secara trailer tidak menawarkan sesuatu yang menarik. Sesuatu yang menurut saya salah, karena ternyata isi filmnya punya sesuatu yang sangat menarik, bahkan unik di perfilman Indonesia.

arifin-hasiholan-1300x500.jpg

Read the rest of this entry

Advertisements

[Review Indo-Movie] Terlalu Tampan (2019): Pengembangan Adaptasi yang Baik, Namun Kurang Totalitas

Visinema sedang berada di masa bulan mandu pasca Angga yang mulai memberi penggung sutradara lain dan menjadi produser di film-film terbaru Visinema. Love For Sale dan Keluarga Cemara, dua film di era baru Visinema merupakan film yang mendapat pengakuan secara kritik yang sangat baik. Bagi saya pribadi 2 film itu adalah karya terbaik Visinema bahkan saya lebih suka daripada film-filmnya Angga, padahal Angga sendiri adalah sutradara idola saya dan tetap tak berubah hingga sekarang. Kini, film terbaru di era baru ini muncul, ayitu Terlalu Tampan. Film adaptasi webtoon ini juga jadi pertanda bahwa Visinema di masa depan mungkin akan berubah, atau kata lebih tepatnya memperluas, dimana sajiannya akan lebih bervariasi darpada sajian-sajian konten film Visinema selama ini. Pasalnya, Terlalu Tampan ini sangatlah berbeda dari film-film Visinema yang sebelumnya?

16a506d80b2fb7ecea8c472d059e25402ae8b0a7.jpeg

Read the rest of this entry

[Review Indo-Movie] Keluarga Cemara (2019): Visinema Did It Again, Persembahan Visinema Untuk Para Ayah

Visinema memasuki era baru semenjak tahun lalu, dimana film-film Visinema yang selama ini disutradarai oleh Angga mulai merekrut banyak sutradara baru untuk diberikan kesempatan berkarya. Setelah tahun lalu bisa membuktikan diri melalui Love For Sale yang disutradarai Andibachtiar Yusuf, film itu langsung melesat jadi film Visinema yang paling saya suka, dan 2019 nanti akan semakin banyak sutradara batu untuk memperkuat era baru Visinema. Bukan main, 2019 Visinema akan merilis 5 film baru (atau lebih?) dengan hanya 1 diantaranya disutradarai Angga sendiri. Untuk pembuka tahun ini, era baru Visinema akan dibuka oleh film Keluarga Cemara, judul salah satu sinetron legenda Indonesia yang juga berkualitas, disutradarai oleh Yandy Laurens. Kalau tidak salah ini film dan komersil pertamanya, sebelumnya saya juga sangat menyukai karyanya di, webseries Sore Istri Dari Masa Depan. Satu nama menjanjikan digaet Visinema. Lalu bagaimana Keluarga Cemara?

1-intip-teaser-perdana-film-keluarga-cemara-700x700.jpg

Read the rest of this entry

[Review Indo-Movie] Love For Sale (2018): Film Dewasa Kolaborasi Andribachtiar Yusuf dan Visinema yang Berhasil

Sejak kemunculan trailernya, saya sudah menantikan film ini. Dengan kata lain semenjak trailernya pun saya sudah terpikat dengan tema dan visual, terutama tone warna dan artistiknya. Sewaktu itu saya belum memperhatikan orang-orang di balik layarnya, tapi semenjak tahu bahwa ini adalah film Visinema, PH yang juga mengerjakan Cahaya Dari Timur, Filosofi Kopi, Surat Dari Praha, dan Bukaan 8, saya makin merasa aman dengan jaminan kualitasnya. Tapi ada satu hal yang berbeda. Keluaran Visinema kali ini untuk pertama kalinya tidak di sutradarai oleh Angga Dwi Sasongko, melainkan disutradarai Andribachtiar Yusuf. Berbicara soal Andribachtiar Yusuf, sutradara ini namanya lebih lekat dengan olahraga dimana dari total 6 filmnya, 2 film documenter tentang supporter bola (The Conductors & The Jak), 2 film tentang sepakbola (Hari Ini Pasti Menang & Garuda 19), 1 tentang bola basket (Mata Dewa), dan ada 1 film romance juga namun tetap dengan embel-embel supporter sepakbola yang dominan (Romeo & Juliet), dan kini dia mau membuat film romance tanpa embel-embel olahraga atau khususnya bola? Wow, patut dinantikan. Saya termasuk menyukai karya-karyanya, saya memang belum menonton karya dokumenternya, tapi sisanya, akhir-akhir ini saya memang kecewa dengannya setelah Garuda 19 dan film terakhirnya yang juga rilis bulan ini, Mata Dewa, yang tampak dikerjakan sekenanya, tapi terlepas dari itu saya juga harus ingat bahwa sutradara ini adalah sutradara yang sama yang membuat Romeo & Juliet dan Hari Ini Pasti Menang, merupakan film yang saya suka. Saya berharap Andribachtiar Yusuf bangkit di film ini, dan melihat kali ini dia berkolaborasi dengan PH dan sutradara favorit saya lainnya, Angga Dwi Sasongko yang kini di posisi produser, jelas film ini tak boleh saya lewatkan.

152083705836756_496x330.jpg

Read the rest of this entry