Blog Archives

[Review US-Movie] Spider-Man: Into The Spider-verse (2018): Penghormatan Untuk Peter Parker, Selamat Datang Miles Morales

Ada suatu alasan kenapa Spider-Man merupakan superhero paling popular bersanding bersama Batman. Bagi kebanyakan fansnya, Spider-Man merupakan superhero yang paling relatable. Spider-Man yang alter ego paling terkenalnya adalah Peter Parker, merupakan karakter remaja dengan kehidupan sekolah namun menyambi superhero. Dia juga bukan orang kaya seperti Tony Stark, dia Cuma seorang pelajar biasa yang ada ditengah masyarakat, tidak seperti agen-agen, ilmuwan, atau tentara yang merupakan kebanyakan adalah alter ego para pahlawan Marvel. Iya, Peter pintar, tapi dia tetaplah pelajar di berbagai adaptasi dengan permasalahan berupa mengerjakan PR, memikirkan bagaimana caranya berteman, ingin membuat terkesan cewk yang ditaksirnya, dan dengan menjadi superhero, Peter yang merupakan masyarakat biasa harus melindungi identitasnya. Sebagai seorang introvert yang juga sering dibully, bagi orang-orang yang relatable dengannya, Spider-Mannya Peter Parker, jelas karakter ini bagai sebuah harapan dimana karakternya diwakili, dan kondisinya adalah yang paling relatable dengan banyak orang. Selain factor relatable, Spider-Man juga punya kostum yang bagus dan gaya bertarung yang keren, paket lengkap. Saya pun adalah bagian dari banyak orang, Spider-Man adalah kaarakter superhero yang paling saya suka, bukan Cuma karena keren dengan film-filmnya, tapi juga karena terasa diwakili dan sangat relatable. Namun film terbaru Spider-Man ini punya sesuatu yang berani yang merangsang rasa penasaran saya. Memperkenalkan Miles Morales, menyingkirkan sejenak Peter Parker yang merupakan idola saya, dan menggunakan konsep multiverse di ranah film anak-anak adalah sesuatu yang berani. Seperti apa jadinya?

shareImage.jpg

Read the rest of this entry

[Review US-Movie] Venom (2018): Spider-verse Cukup Berpotensi

Saat pertama kali Sony mengumumkan membuat Spider-verse, ada 2 reaksi yang saya buat. Pertama, dengan Spider-Man sudah ada di MCU, bagaimana mereka membuat Spider-verse, dan kalaupun Spider-Man kembali, bagaimana mereka menyesuaikan masing-masing, yang saya takutkan, Spider-verse akan menjadi universe tanpa Spider-Man? Ya intinya saya takut eksekusi kacau. Reaksi lainnya adalah, saya juga cukup yakin bahwa Spider-Man di MCU tidak akan begitu memuaskan fans Spidey yang punya banyak Rogue Gallery (koleksi villain) yang menarik, jadi dengan Sony memfokuskan pada Spider-verse, ada kesempatan melihat bagaimana versi live action dari para Rogue Gallery Spider-Man. Tambahan, saya berharap Spider-verse bagian dari MCU (maksudnya dengan Spider-Man Tom Holland) namun kemasan film-film yang digarap Sony ini memberi variasi selain MCU style.

Venom.jpg

Read the rest of this entry