Blog Archives

[Review Indo-Movie] The Night Comes For Us (2018): Tahunnya Timo Tjahjanto

Salah satu film yang saya antisispasi di tahun ini akhirnya keluar. Sudah menantikan film ini sejak lama, apalagi dengan deretan bintangnya yang los galacticos dan sutradara yang juga saya kagumi, film ini amat sangat pantas dinanti. Dan akhirnya film yang saya antisipasi dengan ekspektasi lumayan tinggi ini sukses memuaskan saya. Indonesia kembali membuat film aksi yang selevel dengan The Raid. Bagi saya, dua film The Raid saat ini masih akan mapan sebagai yang terbaik, jangan kan disaingi, mendekati saja susah. Beberapa film aksi yang hadir cukup memuaskan meski akhirnya belum sememorable The Raid, mulai dari Juara yang punya drama menyenangkan, 3 Alif Lam Mim yang punya cerita konspirasi yang cukup asik, tapi masih belum ada sisi aksinya yang berhasil menyamai keasikan The Raid, bahkan Headshot sekalipun buatan Mo Brothers. Saya termasuk yang agak kecewa dengan Headshot meski saya juga mengapresiasi banyak aspeknya, tapi jelas di film ini Timo belajar banyak untuk kemudian membuat TNCFU yang akhirnya bisa menjadi pesaing serius The Raid. Yup, TNCFU bisa jadi debatable untuk memilih mana film aksi Indonesia terbaik, sekarang sudah jadi 3 besar yang akan sulit digeser.

image001.png

Read the rest of this entry

[Review US-Series] Marvel’s Iron Fist Season 2 (2018): Berkembang

Setelah mendapat review kurang menyenangkan di season 1, tentu Iron Fist punya target dan punya ruang berkembang yang banyak di season 2. Bagi saya sendiri season 1 masih enjoyable meski harus diakui kalau susunan plot, villain, dan koreo fightnya kacau. Tapi season 1 masih punya beberapa hal yang menyenangkan, terutama plot corporate drama dan plot romancenya. Lalu, bagaimana dengan season 2? Perbaikan adalah sesuatu yang wajib ada, tapi bagaimana secara keseluruhan? Apa saja yang disajikan?

Marvel’s-Iron-Fist-Season-2-1-1.jpg

Read the rest of this entry

[Review Indo-Movie] Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 (2018): Mencari Makna Filosofi Pendekar

Sangat mudah menaruh ekspektasi tinggi pada film ini. Mulai dari reputasi PH LifeLike Pictures (Banda, Tabula Rasa, Modus Anomali, Pintu Terlarang), keterlibatan 20th Century Fox sebagai distributor, sederet aktor papan atas, nama Wiro Sableng sendiri yang sudah melegenda, hingga nama Angga Dwimas Sasongko (Filosofi Kopi, Cahaya dari Timur, Surat dari Praha, Hari Untuk Amanda, Bukaan 8) sebagai sutaradara yang memiliki track record belum penah bikin film jelek. Semua komposisi menarik ini dilengkapi kemampuan pemasaran yang sudah berkelas mulai dari pamer concept art, wardrobe, hingga numpang nama Deadpool. Jadi jangan salahkan kalau saya punya ekspektasi luar biasa untuk film Indonesia yang paling saya antisipasi di tahun ini.

Film-Wiro-Sableng_007.jpg

Read the rest of this entry

[Review Indo-Movie] Jaka Sembung (1981): Sensasi Aneh Tapi Menyenangkan

Saat ini, rasanya ikon actor laga Indonesia bisa dibilang adalah Iko Uwais. Namanya adalah suatu brand tersendiri di Indonesia, dimana ketika namanya ada pada suatu film, khususnya produksi Indonesia, tentu kita paham ekspektasi macam apa yang akan menyambut filmnya. Sementara Yayan dan Cecep, tanpa melupakan jasanya yang membantu banyak munculnya beberapa film laga di Indonesia, brandnya tetap tidak sekuat Iko Uwais. Walau bagaiamanapun, mereka bertiga adalah yang paling berjasa dalam membangkitkan genre film laga di Indonesia. Bangkit, ya, kata ini menandakan kalau Indonesia pernah berjaya dalam film laga. Saya sendiri tidak yakin soal penilaian kritik kualitasnya, tapi secara kuantitas produksi, Indonesia pernah cukup banyak membuat film laga di era 80-an. Dan saat itu, yang sering saya dengar adalah nama Barry Prima, dan bisa dikatakan saat itu dialah ikonnya. Kalau Iko Uwais sendiri memang seorang atlet Silat sebelumnya, Barry Prima sendiri punya bekal ilmu beladiri berupa Taekwondo untuk menunjang aksi-aksinya. Kali ini, kita akan membahas film yang sangat melambungkan namanya, Jaka Sembung, salah satu legenda film laga Indonesia yang juga dikenal dipasar international dengan label Cultnya.

tumblr_n03dcqwFzm1sgdscxo2_500.jpg

Read the rest of this entry