Monthly Archives: October 2018

[Review Anime] Major S1(2004-2005): Tsubasa versi Baseball Tanpa Sisi Imajinasi Liar

Major menjadi anime baseball selanjutnya yang saya tonton dan kembali mendapat kesan yang sangat mendalam. Tentu tidak mengherankan anime ini menjadi salah satu nama besar di anime sport khususnya baseball apalagi dengan jumlah season yang mencapai 6 dan terus belanjut. Pasti ada yang bingung dengan judul diatas, bahkan ada yang jadi berpikiran negative. Tentu saya menyadari bahwa Tsubasa dan Major sangat tidak apple to apple. Tapi ada beberapa aspek yang mengingatkan saya terhadap Tsubasa saat menonton anime ini, tentu dalam artian yang baik.

50025559_series_art__768x2048_major_f24d097ae8ac882d904178ff57645d42.jpg

Read the rest of this entry

#ImpresiNovel: Max Havelaar [Multatuli]: Belum Tentu Terbaik, Tapi Terpenting

Saya tak akan bohong kalau saya tidak tertarik dengan buku ini karena nama Multatuli, saya tidak tahu siapa dia. Alasan kenapa saya tertarik pada buku ini karena efek dari saya membaca Tetralogi Burunya Pramoedya Ananta Toer, khususnya Bumi Manusia, dimana Minke, si tokoh utama, merupakan penggemar Multatuli. Namanya sering disebut, dan ketika secara tidak sengaja saya melihat buku ini di Gramedia, betapa kagetnya saya. Jelas sekali saya noob soal dunia buku ini. Tanpa pikir panjang saya membeli buku ini karena saya merasa ini kesempatan langka buku seperti ini bisa dijumpai atau tidak, entah perasaan saya benar atau tidak, Cuma feeling, ini buku langka. Saya juga baru tahu kalau Multatuli adalah nama pena dari Eduard Douwes Dekker, sebuah tokoh yang saya tahu dari buku pelajaran Sejarah Indonesia. Sejak itu saya sudah yakin bahwa ini buku yang penting, yang harus saya tahu buku ini tentang apa, setidaknya disini ada nama Douwes Dekker, penulis yang menjadi inspirasi Minke dan Pram, dan kata Pram sendiri adalah buku yang membunuh Kolonialisme, modal apalagi yang diperlukan untuk menyimpulkan bahwa ini buku penting?

9786021637456medium.jpg

Read the rest of this entry

[Review Anime]  Cross Game (2009-2010): Cantik di Semua Aspek, Roller Coaster Semua Emosi

Melihat desain karakternya, saya menebak ini anime pertengahan 2000an. Ternyata salah, meski masih masuk 2000an, tapi bolehlah saya katakan ini sebagai klasik. Dengan desain karakter seperti ini, sepertinya sulit penikmat anime era sekarang, khususnya penikmat anime sport baru untuk menganggap serius anime ini. Jangan salah, anime ini justru sangat dewasa dan serius, tidak dangkal, storyline yang solid, dan akan mengaduk-aduk semua emosi kamu.

CrossGameArticle.jpg

Read the rest of this entry

[Review Anime] Ookiku Furikabutte: Natsu no Taikai-hen (2010): Mempertahankan Kenormalan

Sekuel Ookiku Furikabutte, season 2. Setelah season satu saya hanya disajikan pertandingan pembuka tunamen saja, season ini jelas punya ekspektasi bahwa tim normal ini punya cerita menarik dalam mengikuti turnamen musim panas. Cukup mengejutkan dengan sekuel yang butuh 3 tahun untuk lanjut (2007 ke 2010) ditambah jumlah episode yang menurun drastis, dari yang sebelumnya 26 episode menjadi 13+1 episode saja.

Anime_dvd_cover.png

Read the rest of this entry

#ImpresiNovel: Rumah Kaca [Pramoedya Ananta Toer]: Pangemanann dengan 2 n yang Penuh Omong Kosong

Selesai sudah perjalanan saya membaca tetralogi novel paling popular dari Pramoedya. Rumah Kaca menjadi karya terakhir dari serangkaian kisah setelah Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, dan Jejak Langkah. Berbeda dari novel-novel sebelumnya yang menggunakan Minke sebagai tokoh utama, di buku ke-empat  ini sudut pandangnya berubah ketika Pangemanann dengan 2 n mengambil alih narasi. Tentu ada kekecewaan karena tidak tercapainya ekspektasi tertentu, tapi jika objektif dan sudah berdamai dengan semua itu, maka pergantian sudut pandang ini adalah sesuatu yang menarik. Rumaj Kaca memang tidak seseru novel sebelumnya, tapi sebagai satu kesatuan, jelas sekali bahwa tetralogi ini memanglah sebuah masterpiece, sebuah karya untuk mengenal bangsa sendiri.

img0014-2-3.jpg

Read the rest of this entry

[Review Anime] Ookiku Furikabutte (2007): Terasa Natural ala Anak SMA, Anime Sport Serba Normal

Setelah beberapa kali searching soal list anime olahraga atau fokus ke anime baseball, anime ini sering sekali masuk list top 10. Sampai saat ini bendahara anime baseball saya hanyalah Diamond no Ace, dan saya ingin memperbanyak tontonan soal baseball, apalagi Jepang punya anime baseball yang cukup banyak, dan menghasilkan banyak anime-anime berkualitas (jika dilihat dari sering dan banyak juga anime baseball yang masuk list top 10) bahkan anime olahraga Jepang yang paling banyak berasal dari olahraga ini, baseball, disusul Sepak Bola. Ookiku Furikabutte, atau Big Windup! saya pikir ini anime baru, seangkatan DnA, ternyata ini anime lawas tahun 2007, cukup terkejut. Tapi anime ini langsung membuat saya tertarik di episode pertama karena memang mempunyai premis yang menarik, dan karena anime ini pula saya berpikir baseball memang olahraga yang sangat potensial untuk dibuat cerita karena konflik-konfliknya tidak klise.

ookiku.jpg

Read the rest of this entry

[Review Anime] Hanebado! (2018): Formulanya Berpotensi, Durasi Membatasi

Sudah lama saya menantikan anime badminton. Suatu keanehan sebenarnya melihat bagaimana prestasi Jepang sendiri di kancah badminton dunia saat ini bukan Cuma bangkit, bahkan menggantikan China untuk mendominasi, tapi masih belum juga mempunyai anime badminton. Saat ini, 3 nomor sudah dikuasai Jepang, di tunggal putra ada Kento Momota yang jadi juara dunia 2018, lalu di tunggal putri ada 2 pemain papan atas di era paling kompetitif di tunggal putri, Akane Yamaguchi dan Nozomi Okuhara, sementara di ganda putri justru paling mengerikan, 4 pemain ada di jajaran top 10, prestasinya ada Fukushima/Hirota yang saat ini no 1 dunia dan Ayaka/Misaki yang juara Olimpiade. Jepang juga menjuarai Thomas Cup 2014 dan Uber Cup 2018, mereka kini sedang mengincar Olimpiade 2020. Berikut adalah sekilas informasi soal posisi Jepang di peta persaingan Badminton saat ini. Bukan kebetulan rasanya Hanebado muncul dengan anime sport female lead, berhubungan dengan prestasi putri Jepang yang fantastis. Saya juga tak ada keraguan akan keseriusan dan intensnya anime ini, bukan anime female lead penjual fanservice semata.

hanebado-iwz9z0a0-backdrop.jpg

Read the rest of this entry

[Review Anime] Harukana Receive (2018): Mencoba Female Lead Sport Anime

Saya suka dengan anime sport, biarpun formulanya begitu-begitu saja, ya mau bagaimana lagi, olahraga ya seperti itu memang alurnya. Sayangnya entah kenapa saya tidak begitu suka dengan anime sport yang bertokoh perempuan. Jangan anggap saya sexis dulu, justru anime-anime inilah yang sexis. Saya memang tidak banyak menonton anime sport perempuan, bahkan memang belum pernah, Cuma sekedar menicicip. Dari beberapa anime perempuan yang saya coba, saya tidak mendapat kesan intens, bahkan serius pun tidak, Cuma untuk sekedar fun, dan fanservice. Lalu kenapa saya pada akhinya menonton Harukana Service? Ok saya akui ada seberapa persen yang gara-gara posternya, selain itu ingin memberi keadilan, memberi kesempatan untuk mencoba anime perempuan dan menonton sampai kelar. Jadi, secara resmi ini adalah anime sport perempuan pertama yang saya coba. Saya sebenarnya lebih berharap kesan pertama adalah anime Hanebado, memang anime itu duluan juga yang saya tonton, tapi karena belum kelar ya saya tonton full ini duluan.

Harukana Receive Subtitle Indonesia Batch.jpg

Read the rest of this entry

#ImpresiNovel: Jejak Langkah [Pramoedya Ananta Toer]: Pencarian Konsep Nasionalisme Indonesia

Setelah Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa, saya langsung meneruskan ke buku ketiganya, Jejak Langkah. Disini Minke menjalankan kehidupan barunya. Surabaya, Wonokromo, B, semua yang ada di Jawa Timur ditinggalkannya. Jadi, kita sudah akan sangat jarang melihat Mama, Jean, hingga Darsam. Minke pindah ke Betawi, memulai petualangan barunya, menerima nasibnya yang selalu didorong orang disekitarnya untuk menjadi pembesar bangsa, pengangkat derajat pribumi di era kolonial. Dan salah satu cara Minke mewujudkan itu dengan meneruskan sekolahnya di STOVIA, sekolah kedokteran di Betawi.

JEJAK-LANGKAH-edit__w200_hauto

Read the rest of this entry

[Review Anime] Boku no Hero Academia Season 3 (2018): Memang Seharusnya Jadi Anime Panjang Saja

Pada review saya pada season sebelumnya, saya bilang bahwa anime ini punya potensi besar untuk menjadi besar dan bertanya-tanya kenapa tidak dijadikan anime panjang saja yang tentu pasti dengan makna positif. Punya pondasi kuat dengan segala karakter dan universenya, belum lagi kepopuleran manganya, saya terheran-heran, namun juga ada sisi positif dibuat per season mengurangi porsi filler. Sayangnya di season ini mulai terlihat efek negatif dari tidak dibuatnya menjadi panjang, terasa tidak cocok dibuat season. Kali ini ucapan saya soal anime ini seharusnya dibuat panjang punya maksud negatif. Satu masalahnya, soal repetitif.

my-hero-academia-1027060-1280x0.jpg

Read the rest of this entry