[Review Anime] ReLIFE Kanketsu-hen (2018): OVA Penyelesaian

ReLIFE adalah salah satu anime slice of life, school, dan romance yang mendapatkan kesan sangat menyenangkan bagi saya. Saat rilis 2016 lalu, meski dengan tema yang cukup klise, tapi eksekusi yang memuaskan memfokuskan diri mengenai cerita soal pengaruh kehidupan sekolah terhadap kehidupan bermasyarakat saat dewasa nanti. Eksekusi yang baik, pesan yang ingin di sampaikan pun sederhana tapi penting, hingga art work yang sederhana namun tetap menarik ini adalah senjata-senjata ReLIFE untuk mendapatkan kesan tersendiri. Tapi, seperti kebanyakan anime romance pada umumnya, anime ini diakhiri open ending yang memang selalu bisa menghasilkan penonton yang geregetan. 2 tahun berselang, akhirnya munculah kelanjutan cerita ini, sayangnya bukan dalam bentuk season 2, melainkan OVA berjumlah hanya 4 episode. Memang tidak sesuai harapan, tapi setidaknya ada pemuas dahaga.

Relife-ova-sub-indonesia.png

Beda halnya dengan ReLIFE sebelumnya yang kesannya lebih ke slice of life, di OVAnya ini ceritanya lebih berfokus ke romance antara Kaizaki dan Hishiro. Well, memang saya sebagai penonton kalaupun penasaran dengan kelanjutan ReLIFE, yang paling membuat saya penasaran adalah nasib hubungan Kaizaki dan Hishiro. Jadi OVA ini memang mengambil langkah yang tepat soal fokus ceritanya.

Sayangnya, jumlah episode yang Cuma 4 ini cukup dilematis. Di satu sisi tentu saja bakal ada yang terbuang, di sisi lain saya pun mengapresiasi dengan apa yang sudah dimuat dalam durasi 4 episode ini karena memang cukup banyak yang disampaikan, ya tidak banyak-banyak amat juga sih. Setidaknya saat bagian Oya cerita mengenai kakaknya pada Kaizaki dan Hishiro adalah momen yang sangat saya suka, memperlihatkan bagaimana hasil perkembangan karakter 2 tokoh kita, dan juga sebagai sebuah pesan akan bagiamana bersikap pada suatu kondisi yang sama pada kakaknya Oya. Meskipun Cuma sekedar obrolan yang sebentar, ini adalah momen yang penting. Anime ini juga bagi saya penting melihat bagaimana orang-orang Jepang masa kini dengan segala isu soal tuntutan masyarakan dan pekerjaan. Makanya, anime ini termasuk cerdas karena  mengangkat isu-isu itu untuk kemudian dikaitkan dengan kehidupan sekolah, saya benar-benar suka konsep dari ReLIFE. Dan untuk OVA ini, isu itu semakin ditekankan dimana yang menariknya justru ditampilkan bukan melalui slice of life lagi, malah melalui romance hubungan Kaizaki dan Hishiro. Ya memang sih di OVA ini sudaj tidak begitu condong soal kejamnya dunia nyata lagi, tapi disini lebih difokuskan mengenai bagaimana berharga dan pentingnya masa SMA , intinya lebih ke tribute sih soal dunia SMA dan itu berhasil diterjemahkan dalam ReLIFE.

Nah, untuk sisi negatifnya, dengan jumlah 4 episode ini tampak terkesan jumping. Ada sesuatu yang terasa terlalu cepat, khususnya soal pergerakan hubungan Kaizaki dan Hishiro. Dengan 4 episode, saya sebagai penonton tidak diperbolehkan untuk menikmati sebuah rasa terlalu lama, seperti tidak ada kesempatan untuk menikmati kesan sedih, bahagia, ataupun kasmaran dan kegemasan soal hubungan mereka. Semua langsung ke intinya. Paling terasa aneh adalah di proses Hishiro menyimpulkan dirinya menyukai Kaizaki. Jika di anime biasa, setidaknya hal ini butuh beberapa episode dan memperlihatkan beberapa adegan yang menyenangkan sekaligus jadi factor penentu. Di sini semua itu berlangsung cepat dalam 1 episode dan hal itu membuat Hishiro tampak keluar dari karakter. Salah satu adegan yang aneh adalah saat Hishiro menggandeng tangan Kaizaki di festiva, itu memang manis, tapi terasa aneh melihat Hishiro begitu berani, padahal kalau ada set up yang sabar scene  seperti itu harusnya ampuh membuat baper. Yah tapi saya memaklumi, dengan 4 episode cerita memang harus berlangsung cepat dan langsung ke intinya. Tapi keluhan saya Cuma ini saja kok, bukan keluhan juga sih, lebih tepatnya ini Cuma dampak dari penyempitan episode.

Keseluruhan saya merasa OVA ini adalah penutup yang baik. Berhasil memberikan kesimpulan yang menyeluruh, baik untuk karakter, hingga pesan yang dibawa, semua diakhiri dengan baik. Untuk fan service bersyukurlah saya diberi kesempatan melihat arah hubungan Kaizaki dan Hishiro memiliki ending yang pasti, bukan lagi open ending, meskipun saya tetap berharap diperlihatkan kelanjutan hubungan mereka, tapi intinya saya puas. Akhirnya, ReLIFE berhasil klimaks, dengan ini ReLIFE berakhir, dengan kesan sempurna buat saya. Oh.. tapi… saya masih tetap tidak suka dengan scoring musicnya.

 

About osyad35

Hai...

Posted on May 30, 2018, in Tontonan, TV Series and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: